Bukan Hanya Suporter, Menpora Minta Semua Pihak Introspeksi

Ulah supporter Indonesia yang dinilai belum dewasa dalam menyikapi masalah rivalitas kini kembali menggangu jalannya kompetisi hingga Liga 1 2018 dibekukan.

Insiden yang menewaskan seorang supporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, membuat PSSI mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan liga untuk sementara.

Tidak hanya PSSI, Menpora selaku penanggung jawab olahraga dan APPI selaku perwakilan para pemain professional juga satu suara mengenai pembekuan liga untuk sementara waktu. Dengan adanya pembekuan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dalam kompetisi bisa berbenah diri.

Pernyataan tegas disampaikan Kemenpora melalui Imam Nahrawi dengan menyatakan bahwa semua pihak harus introspeksi diri agar kejadian ini tidak terulang kembali. Imam Nahrawi juga menyatakan bahwa satu nyawa sangat mahal jika dibandingkan dengan sepak bola.

“ini bukan tragedi sepak bola, ini tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan” Ucap Imam Nahrawi.

“Kita berharap ini momentum juga bagi semua kita untuk melakukan introspeksi nasional. Federasi, klub, supporter, sponsor, media dan pemerintah, ayo kita lakukan introspeksi.” Lanjut Imam Nahrawi kepada wartawan di Kemenpora, Selasa (25/09/18) kemarin.

Imam Nahrawi juga sangat kecewa dengan tragedi ini karena seharusnya sepak bola  menjadi sarana pemersatu bangsa, arena hiburan dan sarana mendulang prestasi bukan sebagai arena peperangan atau arena permusuhan.

“Sepak bola dan olahraga seharusnya menjadi tempat pemersatu bangsa, harusnya juga menjadi hiburan sekaligus wahana  untuk melahirkan prestasi yang gemilang dan menggembirakan. Bukan sebagai arena peperangan apalagi permusuhan satu sama lain” Ucap Imam Nahrawi.

Penulis: Daniel Ramos Putra