Hentikan Rivalitas Tak Sehat Suporter, Arema FC Harap Ada Efek Jera

Manajemen Arema berharap rivalitas yang tak lagi sehat antara sejumlah kelompok suporter, bahkan berujung kekerasan, bisa segera dipungkasi. Klub berlogo singa mengepal tersebut menegaskan harus ada tindakan yang menimbulkan efek jera bagi para pelakunya.

“Seringkali kita semua berharap ini adalah insiden terakhir. Harus ada tindakan riil untuk itu,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Senin (24/09) malam.

“Harus ada tindakan yang memberi efek jera,” sambungnya.

Ruddy menyebut bahwa Arema sendiri sudah pernah merasakan hukuman seperti ini. Hal inilah, menurut pria 47 tahun tersebut, yang menjadi salah satu pelajaran berharga hingga Aremania -julukan suporter Arema- bisa menjadi suporter terbaik di Indonesia.

“Saya pikir federasi pasti tidak mau malu. Kejadian seperti ini kan sudah kerap terjadi. Ironis. Karenanya, harus ada tindakan riil,” tuturnya.

Sebelumnya, sepak bola Indonesia kembali memakan tumbal. Haringga Sirila, salah seorang suporter Persija Jakarta, harus kehilangan nyawanya usai menjadi korban pengeroyokan sejumlah suporter Persib Bandung, kala menyaksikan laga antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/09) sore.

Dalam catatan SOS, sejak 2012 silam, sudah ada enam korban tewas akibat perseteruan suporter Persib dan Persija. Sebelum Haringga, ada Rangga Cipta Nugraha, Lazuardi, Dani Maulana, Gilang, dan Harun Al-Rasyid, yang sudah lebih dulu harus menjadi korban.

Sementara itu, Ruddy tak mau menyebut apa tindakan yang paling tepat untuk hal tersebut. Menurutnya, di PSSI sudah ada organ yang berwenang untuk memutuskan hal ini.

“Di PSSI ada Komisi Disiplin. Sementara, kami adalah anggota dari PSSI. Kami akan loyal apa pun keputusannya,” tandas Ruddy. (den/pra)