Mengaku Dipukul dengan Karet, Kapten Perseru Semprot Panpel PSIS

Kapten Perseru Serui, Artur Barrios Bonai, mengklaim mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan saat melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (23/9/2018).

Kejadian yang dimaksud adalah saat sejumlah pemain Perseru mengejar asisten wasit satu, Tri Wahyudi, yang tidak menganggap posisi striker Bruno Silva dalam posisi off-side, menit ke-89. Pemain asal Brasil itu lantas mengirim umpan silang yang dimanfaatkan Bayu Nugroho untuk mencetak gol keempat PSIS.

Sesaat setelah gol Bayu, para pemain Perseru memang mengejar Tri Wahyudi hingga asisten wasit asal Yogyakarta itu berlari menghindar. Kejadian itu memancing reaksi suporter PSIS di tribune selatan yang langsung menghujani lemparan berbagai benda mulai bongkahan es batu, botol air mineral, hingga botol kaca.

Tak ingin kejadian lebih parah terjadi, petugas panpel dan juga keamanan yang sedang berjaga turut mengamankan asisten wasit dari amukkan pemain Perseru. Pada saat itulah, Artur Bonai menyebut dirinya mendapat pukulan dengan benda tumpul dari aparat keamanan.

“Saya sebenarnya ingin mengamankan teman-teman agar tidak berbuat berlebihan, namun malah saya dipukul dengan karet mati. Perlu dipertegas lagi, saya tidak ada niatan untuk menyakiti siapapun,” kecam Artur usai pertandingan.

Sebagai seorang kapten, gelandang berusia 28 tahun itu menyadari wajib untuk meredam amarah para pemain Perseru. Hanya saja, niatan tersebut justru harus mendapat pukulan dari pihak keamanan.

“Seharusnya mereka mengamankan, bukan memukuli seperti ini. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi panpel agar kompetisi Liga 1 lebih baik lagi musim depan,” tegas mantan pemain Persiwa Wamena tersebut.