Sriwijaya FC Butuh Rp 40 Miliar untuk Satu Musim

Persoalan keuangan menjadi polemik di klub Sriwijaya FC sehingga klub berjuluk Laskar Wong Kito ini menjajaki investor baru.

Erick Thohir selaku pemilik Mahaka Group sedang ramai diisukan menjadi salah satu pihak yang akan membeli saham PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi Sriwijaya FC.

Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza mengatakan tim ini membutuhkan dana segar sekitar Rp 40 milyar untuk satu musim.

Dana tersebut meliputi biaya pembelian pemain hingga operasional tim selama selama mengikuti pertandingan.

Dodi menambahkan kebutuhan klub bisa dipangkas menjadi sekitar Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Namun, pemangkasan anggaran akan berdampak pada kualitas pemain yang dibeli.

“Kekurangan anggaran selama ini kami yang menambalnya. Kalau ada investor yang masuk keuangan Sriwijaya FC bisa bagus dan langsung go public,” kata Dodi, Minggu (16/9/2018).

Dodi melanjutkan, perhitungan anggaran yang dikeluarkan Sriwijaya FC harus dikalkulasikan secara matang.

Sejak adanya peraturan yang dikeluarkan PSSI pada 2011, setiap klub sepak bola profesional tidak boleh menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Oleh karena itu, suntikan dana dari sponsor dan donatur sangat diperlukan Sriwijaya FC untuk mengarungi kompetisi.

“Kadang-kadang biaya dari pihak sponsor pun tidak cukup, jadi kami harus memutar otak. Biaya itu ditutupi dari donatur yang mencintai Sriwiajya FC. Tapi donatur pihak ketiga ini tidak bisa selalu yang menutupi,” ujarnya.

Dodi tidak menampik telah memasukkan Erick Thohir ke dalam daftar calon investor Sriwjaya FC.

Bupati Musi Banyuasin ini mengaku memang telah kenal dekat secara personal dengan Erick Thohir.

Prestasi Sriwijaya FC yang pernah berkilau di kompetisi kasta tertinggi Indonesia juga diyakini menjadi daya tarik para investor.

“Nominasi ada beberapa nama. Dengan pak Erick Thohir hubungan kami sangat baik. Sriwijaya FC memang menjadi salah satu perhatian pak Erick. Tapi siapapun itu, harus membawa finansial Sriwijaya FC lebih baik,” ungkap Dodi.