Penuturan Hendro Siswanto perihal Insiden yang Menimpanya di Jayapura

Kondisi gelandang Arema FC, Hendro Siswanto, sudah membaik. Hendro sempat mengalami kejang di menit ke-53 setelah berduel dengan pemain Persipura Jayapura, Imanuel Wanggai, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (22/9/2018).

Sabtu malam setelah kejadian tersebut, Hendro mengakui ini merupakan kali pertama dia mengalami kejang di lapangan.

Dia menegaskan kondisinya tetap sadar selama kejadian tersebut. “Saya terasa tidak bisa apa-apa. Tapi, tetap sadar. Kata dokter, kejang dan tangan ke atas waktu saya jatuh di lapangan itu efek dari pelipis yang robek cukup besar akibat benturan di bagian otak depan,” ungkap mantan pemain Persela Lamongan itu.

Hendro dilarikan ke rumah sakit Jayapura dan mendapatkan delapan jahitan. Tiga jahitan di dalam dan lima jahitan lain di luar kulit di pelipis mata.

Saat ini Hendro sudah bisa beraktivitas normal. Hanya pelipis matanya yang di plester untuk menutupi jahitan.

Setelah kejadian tersebut, Hendro mengaku tidak merasa trauma karena itu sudah jadi risiko pesepak bola. Benturan dengan lawan di lapangan merupakan hal yang biasa. “Tidak ada rasa trauma. Saya masih menikmati sepak bola kok,” jawabnya.

Sekilas Hendro memang terlihat santai. Dia tidak seperti orang yang baru saja mengalami sebuah kejadian mengerikan dan bisa saja merenggut nyawanya.

Hanya, dia merasa agak lemas. Hal itu wajar setelah menjalani pertandingan berat. Ditambah lagi ada rasa sakit di bagian pelipis matanya.

Sementara dari tim pelatih Arema yang diwakili pelatih kepala, Milan Petrovic, kejadian Hendro yang kejang di lapangan membuat pemain lain lebih hati-hati. Mereka khawatir kejadian seperti itu terulang lagi.

“Bagi pemain sepak bola, kejadian seperti itu tentu mengerikan. Jadi, pemain lain merasakan sedikit takut. Permainan Arema juga menurun setelah kejadian yang menimpa Hendro tadi,” jelas pelatih asal Slovenia tersebut.