Strategi Pohon Cemara Terbukti Manjur Bagi Persela Lamongan

Eksperimen Aji Santoso untuk menerapkan skema pohon cemara alias 4-3-2-1, membuahkan hasil positif. Aji mengantarkan Persela Lamongan menang atas Bhayangkara FC dengan skor 2-0, Minggu (16/9) sore WIB.

Krisis pemain menjadi salah satu alasan Aji untuk mengubah pakem dari 4-2-3-1 menjadi formasi pohon cemara. Sebab, Persela kehilangan Saddil Ramdani dan Dendy Sulistyawan pada laga yang berlangsung di Stadion Surajaya.

Sebagai gantinya, Aji Santoso memasang tiga gelandang bertahan sekaligus yakni Syahroni, Ahmad Subagja Baasith, dan Ahmet Atayev. Mereka berdiri di belakang dua gelandang serang, Gian Zola dan Diego Assis.

“Saya menerapkan formasi baru. Saya memakai 4-3-2-1 dan kami hanya berlatih sekali karena tidak ada banyak waktu. Alhamdulillah tiga gelandang kami bermain sangat efektif,” ujar Aji selepas pertandingan.

Selain faktor krisis pemain sayap, Aji juga sukses membaca strategi yang diterapkan oleh Simon McMenemy, pelatih Bhayangkara FC. Jika Aji memaksa untuk menggunakan 4-2-3-1 andalannya, dia yakin Persela akan kesulitan untuk mengamankan poin penuh.

“Tetapi saya menggunakan tiga gelandang bertahan dan dua gelandang serang. Ketika kami kalah bola, lima gelandang ini sangat berdekatan. Bisa dilihat kami selalu memenangkan perebutan bola di tengah,” jelasnya.

Statistik menunjukkan bahwa Persela memang bermain sangat efektif. Mereka membuat Bhayangkara FC kesulitan untuk mengembangkan permainan. Bahkan semua peluang tim tamu gagal berbuah gol. Aji mengapresiasi perjuangan anak buahnya. Menurutnya, Birrul Walidain cs bermain sangat luar biasa. Mereka bermain spartan, menguasai jalannya pertandingan, dan semua pemain tampil agresif.

“Saya senang karena kami clean sheet. Lini pertahanan kami cukup disiplin dan kami tampil bagus,” tutur legenda hidup Persebaya itu.