PSIM Yogyakarta Siapkan Alternatif Stadion, Berharap Bisa Dapat Dukungan Suporter

Manajemen PSIM Yogyakarta bergerak cepat mempersiapkan venue pentandingan di dua sisa laga kandang penyisihan Grup Timur Liga 2 2018 menghadapi Persigo Semeru FC (24/9) dan Madura FC (15/10/2018) mendatang.

Sekretaris PSIM Yogyakarta, Jarot Sri Kastawa mengungkapkan pihaknya dan beberapa perwakilan panpel serta manajemen telah kembali melakukan audiensi kepada pihak keamanan.

Dalam hal ini Polres Bantul agar memberi izin laga digelar dengan penonton di Stadion Sultan Agung Bantul.

“Yang jelas kemarin hitam di atas putih belum ada, tetapi Polres Bantul dalam beberapa hari kedepan ini akan mengintensifkan kemudian kita sendiri sudah memohon karena laga kandang kita tinggal dua mudah-mudahan bisa diizinkan, tentunya dengan penonton. Harapankan seperti itu,” ujar Jarot, Minggu (16/9/2018).

Jarot berharap izin pertandingan dengan kehadiran penonton di SSA bisa terwujud.

Terlebih ia menilai di dua laga tanpa penonton sebelumnya, lawan PSBS Biak dan Persegres Gresik United, suporter bisa menjaga suasana tetap kondusif.

“Karena memang belum ada hitam di atas putih, dengan laga tanpa penonton kemarin sudah cukup tertib dan kita patuh. Kalau diizinkan kami harap kepercayaan ini bisa dipegang,” imbuhnya.

Jarot pun mengatakan pihaknya selalu aktif berkomunikasi dengan perwakilan dua wadah kelompok suporter, yaitu Brajamusti dan Mataram Independent.

“Kita selalu merapatkan dengan para suporter,kita beri pengertian dan sharing bagaimana caranya suporter bisa menjawab tantangan dan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Jarot.

Bila akhirnya upaya yang dilakukan untuk berkandang di SSA dengan dukungan suporter nihil hasilnya, Jarot mengungkapkan telah menyiapkan beberapa opsi kandang diantaranya Magelang atau Blitar.

“Magelang dan Blitar, yang jelas kenapa kita tetap berupaya karena hasil pertemuan dengan pemain tempo hari, semua berharap bermain dimanapun yang terpenting ada penontonnya. Maka kami sangat berupaya agar pertandingan besok bisa ditonton, dan dari segi jarak yang paling dekat,” ujar Jarot.

“Tapi kita masih menunggu yang Bantul (SSA) dalam beberapa hari ini. Mudah-mudahan tim pulang dari Kalimantan sudah ada kepastian, ini yang kami kejar,” pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)