Edy Rahmayadi Gusar Suporter PSMS Medan Nyalakan Flare

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi merasa gusar melihat suporter PSMS Medan di tribune utara menyalakan flare ketika menyaksikan laga kontra Persela Lamongan di Stadion Teladan kemarin sore. Pada pertandingan ini, PSMS memetik kemenangan 3-2.

Insiden itu terjadi pada menit ke-55. Edy tampak membentak seorang suporter agar tetap duduk, sedangkan lainnya diminta tetap melihat ke arah lapangan untuk mendukung PSMS. Fans PSMS memang kerap melakukan aksi yang membuat klub menerima sanksi denda. Mereka menuntut agar sekretaris klub Julius Raja dipecat.

“Kamu tetap duduk, yang lain lihat ke depan, nonton pertandingan,” bentak Edy kepada seorang suporter berkaca mata. “PSMS butuh dukungan. Jangan menyalakan itu, nanti bisa didenda. Bukan Julius yang keluarkan uang, tapi PSMS.”

Sementara itu, pelatih Peter Butler merasa lega mengakhiri paceklik kemenangan di lima laga sebelumnya. Kemenangan tersebut diraih dengan dramatis, karena PSMS tertinggal dua gol lebih dulu.

“Seperti rooler coaster. Selalu bikin gunung besar, sehingga kami harus coba masuk. Saya rasa kami memberi mereka dua oleh-oleh [gol]. Tapi kami tim yang main lebih bagus. Baik soal penguasaan bola,” kata Butler.

“Usai babak pertama, saya bilang ke mereka jangan hilang percaya diri. Akhirnya mereka tunjukkan hati yang besar sekali di babak kedua. Kalau kami main jelek, mungkin itu berat, tapi kami tidak main jelek. Kami bangkit, dan bertarung. Saya bangga sekali kepada mereka.”

“Saya siapkan rencana A dan B. Danie [Pratrama] keluar ada sedikit masalah, tak cukup kualitas di depan. Marko [Kabiay] sedikit hilang percaya diri. Wanda [Syahputra] belum pernah main untuk PSMS, tapi dia fight dan tunjukkan rasa percaya diri. [Shohei] Matsunaga bagus dengan final ball. Selalu menjadi orang tepat di waktu yang tepat.”

Sedangkan winger PSMS Rachmad Hidayat mengatakan, para pemain tak menyerah, meski tertinggal dua gol. Apalagi kemenangan menjadi harga mati demi menyelamatkan PSMS dari degradasi.

“Sama seperti coach, kami dari awal percaya bisa fight. Walaupun kami tertinggal dua gol tapi masih fight. Awalnya pertahanan mereka cukup disiplin, dan tidak memberikan kami ruang. Tapi di babak kedua kami sudah lihat ada celah,” pungkasnya. (gk-71)