PSSI Ungkap Alasan Terapkan Regulasi Unik di Liga 1 U-16

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi membuka lembaran baru dengan menggelar Elite Pro Academi atau dikenal dengan Liga 1 U-16. Sebanyak enam pertandingan perdana pun secara serentak digelar Sabtu (15/09/18).

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 U-16 ini digelar terhitung mulai 15 September sampai dengan 16 Desember 2018 mendatang. Dan, saat ini ada 18 tim yang  berpartisipasi serta terbagi dalam tiga grup.

“Dari Liga U-16 ini adalah kompetisi pemain terbaik melawan pemain terbaik. Pemain terbaik dari Persija melawan terbaik dari Persib dan lainnya. Jadi, harapkan kita bisa timbul pemain masa depan untuk klubnya maupun Timnas,” tutur direktur teknis PSSI, Danurwindo terkait digelarnya Elite Pro Academi tahun ini.

Menariknya, jika ditilik secara seksama, regulasi Liga 1 U-16 ini sedikit berbeda dengan kompetisi pada umumnya. Untuk setiap tim di grup A dan B ditetapkan menjalani dua kali laga kandang dan tandang dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup, yang dilaksanakan setiap akhir pekan. 

Sementara itu, khusus grup C bakal digelar dengan format home tournament yang dilaksanakan dalam empat seri. Dan, waktu pertandingan terbilang cukup singkat yakni kurang lebih sejam atau dalam artian setiap babak hanya berjalan 30 menit. 

Terkait hal itu, direktur teknik PSSI, Danurwindo pun memberkan alasan adanya regulasi anti mainstream itu. Menurutnya, hal itu memang sengaja diterapkan dengan alasan agar pemain muda banyak mendapatkan menit bermain untuk mengasah skillnya.

“Pemain muda itu butuh jumlah laga yang banyak, satu musim minimal 20-25 laga. Makanya, kita bikin 2×30 menit agar pertandingan banyak dan berkualitas,” bebernya.

“Kalau di atas atau seperti biasa 2×45, maka recovery terlalu pendek untuk laga berikutnya di esok hari (jadwal tanding disesuaikan di akhir pekan karena pemain masih usia sekolah), makanya kita pikirkan jumlah laganya harus cukup sekaligus jaga kualitas. Ini tidak hanya buat pemain tapi juga mendidik pelatihnya,” tutup Danurwindo.