Persipura Tantang Arema Bermain Terbuka

Persipura Jayapura akan menjamu Arema FC pada pekan ke-23 Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (22/9/2018). Laga ini sangat ditunggu tim Mutiara Hitam karena mereka tidak ingin kehilangan poin di kandang dalam sisa kompetisi.

Musim ini Persipura sudah tiga kali gagal menang saat bermain di depan pendukunga sendiri, yakni saat ditahan PSM Makassar (4/6/2018), PSIS Semarang (18/7/2018), dan kalah dari Bhayangkara FC (7/7/2018).

Saking seriusnya, Persipura enggan beruji coba dengan Arema saat melakukan pemusatan latihan di Kusuma Agro Wisata, Kota Batu, saat kompetisi terhenti karena penyelenggaraa Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

“Kami respek dengan semua tim lawan. Tapi, sekali lagi kami butuh menang. Apalagi bermain di kandang sendiri,” jelas pelatih Persipura, Amilton de Oliveira.

Setelah jeda kompetisi akhir Agustus hingga awal September, Boaz Solossa dkk. baru menjalani satu laga kandang, yakni melawan Sriwijaya FC (11/9/2018). Waktu itu mereka berhasil menang tipis 1-0.

Tetapi setelah itu, mereka kalah di kandang Mitra Kukar 1-2 sehingga posisi Persipura di klasemen Liga 1 2018 masih berkutat di papan tengah. Tepatnya urutan kesembilan.

Saat menghadapi Arema, tentu mereka ingin mengganti poin yang hilang. Bahkan Persipura ingin mengajak tamunya untuk bermain terbuka sehingga memberikan tontontan yang menarik.

“Saya amati tim yang bermain di Jayapura selalu main bertahan. Tapi, akan lebih menarik jika bermain terbuka,” lanjutnya.

Persipura musim ini beberapa kali kesulitan menang di kandang karena lawan memperagakan permainan super bertahan. Bahkan tim sekelas PSM yang dikenal menyerang, memilih untuk merapatkan pertahanan.

Arema musim ini juga sulit ditebak. Terkadang mereka bermain mengandalkan serangan balik saat main tandang. Maklum, Singo Edan punya lini depan yang cepat seperti Dedik Setiawan dan Rivaldi Bawuo.

Tentu menarik untuk dinanti, apakah Arema akan meladeni tantangan Persipura untuk main terbuka atau tidak, karena dari 18 pemain yang dibawa Arema ke Jayapura, ada empat penyerang yang dibawa. Selain Rivaldi dan Dedik, ada Sunarto dan Ahmad Nur Hardianto.