Eks Timnas Indonesia Minta Kebijakan Naturalisasi Pemain Diperketat

Gelombang naturalisasi pemain sepak bola di Indonesia semakin bertambah. Teranyar, striker asal Paraguay milik Perseru Serui, Silvio Escobar, dikabarkan sedang mengurus proses menjadi Warga Negara Indonesia.

Awalnya, muncul nama Cristian Gonzales yang mendapat paspor Indonesia setelah melepas kewarganegaraan Uruguay. Dia pun moncer bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 meski belum memberi gelar juara.

Saat ini, tak banyak pemain naturalisasi itu yang bisa berkontribusi dan bergabung untuk Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Esteban Vizcarra (Sriwijaya FC), Onorionde Kughebe John (Persebaya Surabaya), hingga Osas Saha (Persija Jakarta).

Pengamat sepak bola asal Jawa Timur, Hanafing, menilai kebijakan naturalisasi perlu dievaluasi. Sebab, kini tren naturalisasi pemain bukan lagi mengarah ke membela Timnas Indonesia.

“Saya lihat hanya Setfno Lilipaly (Bali United) saja yang berkualitas, yang lainnya kurang. Jadi, perlu juga diperketat soal pemain asing yang ingin direkrut ke timnas untuk menjadi WNI,” ungkap Hanafing kepada Bola.com.

“Kalau pendapat saya lebih baik produk lokal kita yang dimaksimalkan agar yang masuk timnas betul-betul punya kualitas. Kita semua tentu ingin pemain yang bisa mengangkat Timnas Indonesia ke level atas,” imbuhnya.

Dalam Asian Games 2018, Timnas Indonesia U-23 memakai jasa dua pemain naturalisasi, Lilipaly dan Beto Goncalves (Sriwijaya). Kedua pemain itu memberikab kontribusi apik buat skuat asuhan Luis Milla.

Lilipaly justru tidak hanya moncer bersama skuat Garuda. Pemain berdarah Maluku itu tampil impresif bersama Bali United mencetak 10 gol dari 17 pertandingan di Liga 1 musim ini.

Kasus Lilipaly seolah menjadi anomali tersendiri mengingat dia memang memiliki darah keturunan Indonesia untuk mendapat status WNI. Sementara kebanyakan pemain memutuskan naturalisasi karena telah lama menetap di Indonesia atau menikah dengan WNI.

“Menurut saya, urusan naturalisasi karena menikah tetap sah-sah saja. Tapi, untuk masuk Timnas Indonesia tetap harus yang berbobot dan berkualitas,” tandas pemain Timnas Indonesia era 80-an dan 90-an itu.

1 Comment

  1. setuju, harusnya WNA mesti menetap di Indonesia minimal 20 tahun sebelum dinaturalisasi menjadi WNI (kusus yang melalui pernikahan). Kecuali bila ada sponsor PSSI untuk membela timnas atau punya darah keturunan Indonesia itu lain soal.

Comments are closed.