Djadjang Nurdjaman Sebut Liga 1 Musim Ini Lebih Spesial

Gojek Liga 1 bersama Bukalapak masih menyajikan persaingan sengit antarkontestan. Namun, Persib Bandung yang berada di puncak klasemen yang mengoleksi 41, mulai meninggalkan tim lainnya.

Di bawah Persib, ada tiga tim lain yang sama-sama memiliki jumlah poin 36, yaitu Bali United, Madura United, dan Persija Jakarta. Lalu, tiga tim lagi juga menempel ketat, yaitu PSM Makassar (35 poin), Bhayangkara FC (35), dan Barito Putera (34).

Selisih poin ketat mulai posisi runner-up ke bawah ini semakin membuat persaingan antartim menjadi ketat. Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, memberikan komentarnya mengenai hal ini.

“Liga 1 musim ini spesial, bahkan di putaran pertama, kadang-kadang yang di bawah satu kali menang, sudah bisa naik. Itu semakin menunjukkan persaingan antartim sangat ketat,” kata Djanur, sapaan akrab sang pelatih, kepada Bola.com.

Tak hanya papan atas, persaingan di zona bawah juga sama ketatnya. Tiga tim penghuni zona degradasi, yaitu PS Tira (24 poin), PSIS Semarang (23), dan PSMS Medan (20) masih berpeluang untuk naik peringkat.

Persebaya yang kini menghuni peringkat ke-14 baru mengoleksi 26 poin dari 22 pertandingan. Bajul Ijo hanya berjarak dua poin dari PS Tira di posisi ke-16 atau batas terakhir zona degradasi.

“Kalau melihat liga di Eropa, biasanya peringkat empat ke bawah selisih jauh dengan di atas, sehingga agak susah mengejar. Sekarang sangat mungkin PSMS atau PS Tira yang berada di bawah, menyodok,” imbuh Djanur.

Posisi klasemen sementara saat ini seolah semakin memperlihatkan Persib akan mulus menjadi kampiun musim ini. Jarak poin yang cukup jauh dengan tim di bawahnya membuat mereka bisa berlari kencang, asal tetap di trek kemenangan.

Namun, Djanur merasa Persib tetap harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya. Sebab, klub yang lahir pada 1933 itu masih belum mengunci gelar juara dan bisa saja ditelikung tim lain.

“Persib bisa saja akan turun kalau tidak konsisten. Selisih poin di sini tidak terlalu banyak. Saya sangat merasakan belum ada kepastian, tim mana yang finis di bawah atau di atas. Semuanya masih bisa terjadi naik-turun di klasemen Liga 1,” ucap mantan pelatih Persib dan PSMS itu.