Soal Kontrak Luis Milla, Sekjen PSSI: Belum Seratus Persen Deal

PSSI memang telah memastikan Luis Milla bersedia kembali menangani Timnas Indonesia. Tapi, hal itu bisa dikatakan baru sebatas ucapan. Bukan hitam di atas putih yang bisa jadi jaminan kuat janji sang pelatih.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan bahwa kesepakatan yang terjalin antara Luis Milla dan PSSI belum seratus persen deal. Sebab, Milla belum menandatangani kontrak dan menyebutkan nominal gaji yang dia inginkan. Tisha menyebut, Milla hanya ingin kembali melatih Timnas.

”Hanya dari ucapan, belum ada hitam di atas putih,” jelas Tisha. “Pas 9 Oktober nanti, ketika dia datang, baru kami membahas nilai kontraknya. Sekarang masih bicara fasilitas saja.”

Tisha tidak menampik kalau kedatangan Milla pada 9 Oktober mendatang sangat mepet dengan persiapan Timnas menuju Piala AFF 2018. Ajang antarnegara di kawasan Asia Tenggara itu mulai bergulir 8 November mendatang. Selain itu, pada 10 Oktober, Timnas juga akan melakoni laga uji coba melawan Myanmar.

’’Setelah lawan Myanmar beberapa hari kemudian kami harus mendaftarkan nama dan pelatih untuk Piala AFF 2018,’’ lanjut dia.

Meski demikian, untuk kembali mengontrak Luis Milla, PSSI bukan tanpa kendala. PSSI ternyata belum punya anggaran untuk mengontrak pelatih yang membawa Spanyol U-21 juara Eropa pada 2011 itu.

Padahal, gaji yang diminta Milla dikabarkan mencapai Rp 2,5 miliar per bulan. Jumlah itu harus dibayar PSSI di luar pajak penghasilan pekerja asing sebesar 20 persen setiap bulannya.

Itu juga belum ditambah tunggakan gaji Milla selama tiga bulan yang belum dibayar oleh PSSI. Sumber Jawa Pos juga mengatakan, jika Milla dikontrak hingga SEA Games 2019. Tapi, kontrak itu bisa diputus andai pada Piala AFF 2018 nanti Timnas gagal menjadi juara.