Radanfah Abu Bakr, Pengusaha dan Bek PS Tira Alumnus Kampus Inggris

Dalam dunia sepak bola, tidak banyak pemain atau bahkan pelatih yang menempuh pendidikan akademi tinggi. Namun, ada beberapa di antaranya yang mau membagi waktunya untuk berkuliah. Satu di antara pemain itu adalah bek asing milik PS Tira, Radanfah Abu Bakr.

Pemain asal Trinidad dan Tobago itu dikenal dengan aksi tangguhnya mengawal lini belakang PS Tira.

Dengan statusnya sebagai pesepak bola profesional, Abu Bakr juga tercatat sebagai sarjana. Dia pernah menempuh kuliah di Universitas Kingston, London, jurusan manajemen bisnis.

“Saya lulus dari Kingston pada 2008. Saya tahu, tidak banyak pemain sepak bola yang kuliah. Itu semua karena ayah saya meminta saya untuk menyelesaikan pendidikan dulu, baru melanjutkan karier sepak bola,” ungkap pemain berusia 31 tahun itu kepada Bola.com.

Abu Bakr mengungkap, ayahnya merupakan seorang pengusaha di negara asalnya. Itulah alasan kuat yang membuatnya memilih untuk mempelajari ilmu ekonomi dan bisnis, alih-alih olahraga.

“Ayah saya bilang, untuk jadi pesepak bola, saya juga harus cerdas. Ayah saya juga tidak pernah ada masalah dengan kecintaan saya pada sepak bola. Saya senang bisa melewati masa kuliah dan menjadi seorang sarjana,” imbuh mantan pemain Swansea City itu.

Keputusan Abu Bakr untuk menyempatkan kuliah berakibat pada kariernya yang sempat terhambat. Dia terlambat memulai karier profesional karena harus menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.

Memulai karier bersama klub asal negaranya, Caledonia AIA, Abu Bakr kemudian mengembara ke berbagai negara. Tercatat, dia pernah berkarier bersama tujuh klub di enam negara yang berbeda sebelum gabung PS Tira.

Di antaranya adalah Swansea City (Inggris), Joe Public (Trinidad dan Tobago), Olympic Charleroi (Belgia), FC Vostok (Kazakhstan), Kruja Frakujois, FK Suduva (Lituania), HB Koge (Denmark), dan Sillamae Kalev (Estonia).

Saat ini Abu Bakr juga mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari bangku kampus. Bersama adiknya, dia memiliki perusahaan di negara asalnya.

“Saya memiliki perusahan yang saya jalankan bersama adik saya. Tapi, saya lebih fokus ke sepak bola, jadi pengelolaan saya serahkan kepada adik saya. Suatu saat nanti, tidak menutup kemungkinan saya akan menjadi pemilik klub sepak bola juga,” tuturnya.