Hampir Deal, Sriwijaya FC Segera Memiliki Investor Anyar

Liga 1 2018 boleh jadi bukan musim yang bagus bagi Sriwijaya FC. Mendatangkan sejumlah pemain bintang, perjalanan Laskar Wong Kito justru terganjal masalah finansial di tengah musim. Akibatnya, banyak pemain andalan mereka yang akhirnya pergi di masa bursa transfer paruh kedua.

Kini, krisis tersebut tampaknya akan mulai mendapat pencerahan. Manajemen Laskar Wong Kito sudah memberi sinyal kalau mereka segera menggandeng investor anyar.

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan calon investor tersebut. Menurutnya, ada tiga calon investor yang sedang melakukan negosiasi. Salah satunya adalah Mahaka Grup yang merupakan grup usaha milik Erick Thohir.

“Kami butuh orang yang bisa menunjang kinerja SFC. Butuh pihak lain yang lebih ahli,” kata Muddai.

Saat ini, proses negosiasi sudah dilakukan. Ada kemungkinan pekan depan SFC sudah memiliki investor baru. “Ini sudah hampir (deal). Kalau deal pasti saya umumkan. Tapi (sebelum deal) kami benahi dulu administrasi maupun teknis di klub agar lebih baik lagi,” tegasnya.

Presiden SFC Dodi Reza Alex Noerdin membenarkan kalau Erick Thohir adalah salah satu calon investor. “Saya dan Pak Erick ini kan berkawan baik. Jadi ya kami terus berkomunikasi. Tapi memang masih ada nama lain yang ikut menawarkan diri,” kata putra Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin itu.

Diharapkan, kehadiran investor baru mampu membuat kinerja klub kian membaik. Maklum, keuangan Sriwijaya FC memang tengah bermasalah. Dodi menjelaskan, idealnya setiap musim SFC mengeluarkan dana Rp 40 miliar. Dana itu berasal dari pemasukan sponsor. Sayang, dana dari sponsor pada musim ini tidak mencapai target.

“Sehingga selama ini orang ketiga seperti kami ini yang terus menambal kekurangan kebutuhan tim,” tambah Dodi.

Dia tak merinci berapa dana dari sponsor yang masuk. Tapi, dia memberikan sedikit gambaran.

“Jadi gini, bisa saja kami pakai dana semusim hanya Rp 25 miliar. Tapi konsekuensinya kan pemain seadanya, dan akibatnya prestasi tim juga kurang bagus,” tegas pria berkacamata itu.

Karena itu, dia berharap proses negosiasi dengan investor bisa berjalan lancar. Jika nantinya sudah punya investor anyar, dia menjamin SFC tetap bermarkas di Palembang.

“Akan ada klausul perjanjian tentang itu. Sriwijaya FC ini kan milik rakyat Sumatera Selatan,” tegas Dodi.