Putra Sudah, Natasya Ingin Ternate Juga Cetak Banyak Pesepakbola Putri

Ternate menjadi produsen pesepakbola berbakat untuk mengisi Timnas Indonesia. Gadis 13 tahun ini bertekad pemain putri bisa segera menyusulnya.

Impian itu disimpan erat oleh Natasya Suci Ramadan, 13 tahun. Lahir dan besar di Ternate, Natasya lekat dengan si kulit bundar. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi, dia biasa menggocek bola.

Panutannya adalah sosok-sosok di depan mata. Pemuda-pemuda sekampungnya. Rizky Pora, Abduh Lestaluhu, Zulham Zamrun, dan Ilham Udin Armayn hanyalah segelintir nama pemain bola dari tanah yang sama, menatap matahari terbit yang sama, dan menikmati pantai yang sama.

Tapi, Natasya gemas. Deretan wakil pemuda-pemuda Ternate di Timnas putra itu tak sebanding dengan sektor putri. Dia juga bertekad agar kiprah Timnas putri bisa diperhitungkan.

Natasya pun bergabung dengan SSB Cardoba yang bermarkas di Ternate. Dia tak risih meskipun menjadi pemain putri satu-satunya di dalam tim.

“Saya suka sepakbola dari kecil, saat kelas 4 SD. Tidak ada alasan khusus sih, cuma saya sangat suka bermain bola. Saya belajar sendiri tidak ada yang mengajari, tapi ketika masuk SSB Cardoba saya dilatih lebih baik,” ujar Natasya di sela-sela peluncuran Gala Desa di Ternate.

Menjadi bagian tim putra bukan perkara mudah. Sulit untuk mendapatkan tempat utama.

Seperti saat Cardoba melawan Binter Football Academy di pembukaan Gala Desa, Sabtu (8/9). Natasya jadi cadangan. Dia pun melampiaskannya dengan berteriak mendukung timnya dari bangku cadangan.

Natasya ingin segera besar. Ingin umurnya segera bertambah. Sebab, seleksi untuk tim putri hanya dibuka pada U-16.

Pernah sekali dia mengikuti seleksi. Seleksi U-16. Di tahap administrasi saja dia sudah kandas. Umurnya belum cukup.

“Waktu itu pernah ikut tes, tapi gagal karena umurnya belum cukup. Sedih sih, tapi saya akan coba lagi nanti,” kata Natasya yang menjadi gelandang.

Kini, dia bersabar. Meski lebih sering duduk di bangku cadangan, dia mencatat baik-baik teknik dan tipuan yang disuguhkan pemain-pemain putra. Dia ingin seperti Rizki Pora, Abduh Lestaluhu, Zulham Zamrun, dan Ilham Udin Armayn, yang merasakan rindu kepada kampung halaman. Berlari cepat di atas rumput stadion-stadion seantero Indonesia, juga mendengarkan bahasa asing di telinganya langsung dari sang pelatih dan rekan satu timnya.

Natasya bermimpi mengenakan jersey Merah dengan garuda di dada kiri. Natasya menyimpan harapan untuk bisa membobol gawang-gawang milik Thailand, China, juga Amerika Serikat.

“Harapan saya ingin membahagikan kedua orang tua dengan sepakbola. Saya ingin menjadi pemain timnas. Semoga cita-cita saya bisa tercapai,” kata gadis yang mengidolai Abduh Lestaluhu dan Cristiano Ronaldo itu.

Semoga impian Natasya tercapai ya!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*