PSM Tak Kunjung Bangkit, Suporter Mulai Gerah dengan Robert Alberts

Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts, tengah berada dalam tekanan menyusul hasil minor skuatnya pada putaran kedua Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Dari empat partai di putaran kedua, Juku Eja tidak pernah menang dan terakhir ditahan Barito Putera 1-1 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Kamis (13/9/2018).

Robert yang sempat dipuja oleh suporter karena dinilai membawa gairah pada penampilan PSM kini jadi sasaran kritik. Tidak lama setelah wasit Djumadi Effendi meniup peluit akhir pertandingan, suporter PSM ramai-ramai meneriakkan kalimat ‘Robert Out’.

Suasana terlihat mencekam setelah pertama kalinya Robert menangani PSM pada 2016. Robert mendapat pengawalan ketat dari belasan petugas keamanan saat menghadiri jumpa media setelah pertandingan.

Selain itu sejumlah spanduk berukuran besar yang semuanya ‘menyerang’ PSM dan Robert. Di antaranya, kalimat “Kalau mau juara, harus menang. Jangan seri apalagi kalah. Lalu ada spanduk bertuliskan “Ada apa dengan PSM Makassar?. Ada juga spanduk raksasa dari tribune terbuka yang bertuliskan “Warning”. Saat rombongan tim PSM hendak meninggalkan stadion, puluhan suporter sempat melakukan pengadangan bus pemain.

Andi Coklat, pentolan suporter PSM, menilai hasil minor yang digapai PSM adalah buah dari keputusan manajemen yang terlalu percaya dengan Robert. “Saat kami meneriakkan agar Robert dievaluasi, manajemen adem-adem saja. Ini membuat Robert selalu merasa dalam zona nyaman,” tegas Coklat.

Ditemui saat jumpa media, Robert mengungkapkan dirinya bersama skuat sudah berusaha untuk menang pada setiap partai yang mereka mainkan.

“Para pemain sudah berusaha keras untuk menang. Dalam sepak bola, hasil pertandingan bukan ditentukan oleh penampilan saja. Ada juga faktor keberuntungan,” tegas Robert yang sebelumnya meminta manajemen PSM menyelesaikan pembayaran bonus pertandingan pemain yang tertunggak.