Pernah Jadi Idola, Pelatih Persiraja Puji Antusiasme Pasoepati

Suporter Persis Solo, Pasoepati selalu memiliki tempat tersendiri di hati pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas. Baginya, suporter dengan ciri khas warna merah itu selalu diingat sepanjang berkarier di dunia sepak bola.

Pelatih berusia 34 tahun itu pernah menjadi idola Pasoepati saat masih berseragam Persijatim Solo FC pada kompetisi Divisi Utama musim 2004 silam. Itu adalah musim terakhir Persijatim bermarkas di Solo sebelum pindah ke Palembang dan berganti nama menjadi Sriwijaya FC.

Akselerasi ditambah si pemilik tendangan maut jarak jauh selama di lapangan mengundang decak kagum. Meski berposisi sebagai gelandang, Akhyar tampil produktif dengan mencetak delapan gol.

Mantan pemain Persija Jakarta itu kembali dipertemukan dengan Pasoepati saat Persiraja menahan Persis, 1-1 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (8/9/2018). Persis memang terpaksa bermain di Kota Gadis mengingat Stadion Manahan sedang dalam renovasi.

“Saya sebenarnya rindu bermain di Stadion Manahan, namun terpaksa bermain di sini (Stadion Wilis-red). Saya dekat dengan beberapa Pasoepati dan selalu respect ke mereka dan juga Persis,” ungkap Akhyar.

Hubungan baik pelatih kelahiran Banda Aceh, 1 Desember 1983 itu dengan Pasoepati semakin kuat setelah bergabung dengan Persis di kompetisi Divisi Utama musim 2010.

Hanya, karier Akhyar di tim berjulukan Laskar Sambernyawa tak sampai kompetisi tuntas. Ia didepak bersama beberapa pemain lain, termasuk pelatih Inyong Lolombulan. Akhyar lantas gantung sepatu pada akhir musim.

“Tentu saya senang ternyata sambutan Pasoepati cukup baik untuk tim kami. Persis salah satu tim bagus di grup ini. Namun di lapangan profesionalitas harus tetap dijaga,” tegas dia.