Bima Sakti Terkena Sanksi, Timnas Indonesia Ditemani Kurniawan Dwi Yulianto

Keputusan PSSI memilih Bima Sakti sebagai pelatih sementara Timnas Indonesia ternyata sia-sia. Pasalnya, arsitek berusia 42 tahun itu tidak dapat memberikan instruksi di pinggir lapangan.

Untungnya, PSSI menduetkan Bima dengan Danurwindo. Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto ikut terlibat sebagai asisten pelatih.

Bima mendapatkan kartu merah lantaran protes keras ke wasit kala Timnas Indonesia U-23 bertanding melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada babak 16 besar Asian Games 2018. Buntut dari perilakunya, Bima mendapat hukuman dua pertandingan.

Kurniawan pun yang menggantikan posisi Bima pada konferensi pers pralaga Timnas Indonesia versus Mauritius yang rencananya akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/9).

“Saya mewakili coach Bima Sakti karena memang coach Bima Sakti terkena larangan dua pertandingan internasional karena perilaku di Asian Games 2018 lalu,” ujar Kurniawan, Senin (10/9).

“Pada intinya tim kami sudah siap untuk menghadapi pertandingan melawan Mauritius. Karena kita juga sudah mengandalkan analisa dengan melihat video pertandingan terakhir mereka,” tutur pria yang akrab disapa Si Kurus ini.

“Mudah-mudahan skema yang kita inginkan untuk melawan Mauritius dapat berjalan dengan baik dan besok bisa memenangkan pertandingan,” katanya.

Uji tanding melawan Mauritius merupakan yang pertama bagi Timnas Indonesia dalam rangka persiapan untuk Piala AFF 2018. Masih tanpa pelatih kepala Luis Milla Aspas, Hansamu Yama dkk membidik start bagus.