Gelar Topscorer Liga Pelajar U-16 Direbut Pemain Papua Barat

Raut wajah Iryanto Wandik tampak semringah begitu namanya diumumkan sebagai pencetak gol terbanyak seri nasional Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2018. Pemain yang masih 15 tahun ini tercatat mencetak 4 gol dalam kiprahnya bersama Mambruk FC di seri nasional.

Mambruk FC merupakan wakil dari Papua Barat. Langkah tim ini terhenti di perempat final oleh wakil dari Sumatra Utara, Binjai United. Tapi apa yang dicatat Iryanto Wandik bersama timnya sudah maksimal.

Pemain asli Papua Barat kelahiran 23 Oktober 2002 ini menghasilkan 4 gol di seri nasional. Sebetulnya jumlah itu sama dengan milik striker Trisakti FC (DKI Jakarta), Nadif Girasta dan M. Alvin dari Binjai United (Sumatra Utara).

Tapi Iryanto Wandik berhak menjadi topscorer karena memiliki rata-rata gol per pertandingan lebih baik. Dia mencetak 4 gol dalam 5 pertandingan. Sementara Nadif menghasilkan 4 gol dari 7 pertandingan, sedangkan Alvin mencatat 4 gol dalam 6 pertandingan.

“Bersyukur kepada Tuhan bisa menjadi topscorer. Semoga gelar ini menambah semangat saya dalam mengejar cita-cita di sepak bola,” ujar Iryanto Wandik usai menerima trofi topscorer di Stadion Ngurah Rai, Kamis 6 September 2018 sore.

Impian Yanto, panggilan akrabnya untuk menjadi pesepak bola memang tidak tanggung-tanggung. Ia sudah merantau keluar dari Papua Barat sejak 2016. Memilih bergabung dengan ASAD 313 Purwakarta, Yanto coba mengejar mimpi menjadi penyerang papan atas di Indonesia.

Di usia yang masih 13 tahun ketika pertama kali merantau, Iryanto Wandik mengaku ada perasaan berat. Itu karena harus berpisah dengan orangtua dan saudara-saudaranya di Papua Barat.

“Tapi demi meraih cita-cita saya tetap berangkat. Tekad saya sudah besar untuk menjadi pemain sepak bola,” kata Iryanto Wandik.

Setelah memperkuat ASAD 313 di Liga TopSkor beberapa waktu lalu, Iryanto Wandik kemudian membela tim daerahnya, Mambruk FC, di Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2018. Setelah keluar sebagai juara provinsi, maka Mambruk FC dapat hak bermain di seri nasional di Bali, 2-6 September 2018.

“Saya cuma setahun sekali pulang ke Papua Barat. Kebetulan saat pulang ada agenda Liga Pelajar U-16. Dan, sekarang bermain di seri nasional,” tuturnya.

Selepas Liga Pelajar U-16 2018 Iryanto Wandik sudah punya agenda lain. Ia mengaku segera berkostum PSMS U-16 di kompetisi Liga 1 U-16 2018.

“Habis ini terus main di PSMS. Doakan saja jalan saya di sepak bola bisa terus berkembang,” kata Iryanto Wandik.

Pemain dengan tinggi tubuh 168 sentimeter ini berharap suatu saat bisa kembali mendapat panggilan dari pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini. Apalagi tahun depan Timnas U-16 akan dinaikkan levelnya menjadi Timnas U-17.

“Kemarin ini sempat dipanggil coach Fakhri. Tapi saya gagal masuk karena ada sedikit cedera. Kalau sekarang sudah sembuh dan berharap kembali dipanggil ke Timnas Indonesia,” tutur Iryanto Wandik.*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*