Jafri Sastra Masih Ingin Mencari Formasi Tepat Untuk PSIS Semarang

Kemenangan 5-0 dalam pertandingan uji coba menghadapi PSD Demak, Rabu (5/9) kemarin di Stadion Gemilang, Magelang, masih menyisakan beberapa catatan bagi pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra.

Salah satunya mengenai formasi atau skema bermain guna mempersiapkan tim sebelum kompetisi kembali jalan.

Jafri Sastra mengaku masih terus akan melakukan eksperimen terkait skema yang akan ia gunakan di Liga 1.

Dalam uji coba menghadapi PSD Demak, Jafri menjajal skema 4-2-3-1.

Bagi Jafri, skema 4-2-3-1 tersebut masih belum pakem. Sebab, ia masih mencari formasi terbaik dalam timnya. Dalam beberapa kali latihan juga ia sempat menjajal formasi 4-3-3.

Meski begitu, ia menyebut sudah memiliki gambaran pemain untuk tim utama nantinya.

Dilaga kontra PSD, Jafri mengandalkan duet Muhammad Yunus dan Nerius Alom sebagai double pivot di lini tengah.

Di posisi kiper, Jafri masih memberi kepercayaan terhadap Jandia Eka Putra sebagai penjaga gawang utama. Kemudian, di lini belakang Petar Planic dan Haudi Abdillah masih diandalkan sebagai stopper, sementara di posisi bek sayap, Gilang Ginarsa dan M Rio Saputra mengisi posisi tersebut.

Sebagai catatan, saat ini PSIS kehilangan empat bek sayap yang mengalami cedera. Terbaru adalah Gilang Ginarsa yang mengalami cedera di pergelangan kaki kanan saat menghadapi PSD.

Di lini depan, Ibrahim Conteh lebih ditarik posisinya dan menempati posisi second striker. Di sisi sayap, Jafri mempercayakan Komarodin dan Hari Nur Yulianto. Dan memasang Bruno Silva sebagai lone striker.

“Kami masih ingin terus mencoba pemain, tapi paling tidak saya sudah punya catatan khusus mengenai gambaran-gambaran. Secara individu dan dalam tim.

“Formasi 4-2-3-1 saya kira belum. Sekarang ini masih ada beberapa pemain yang cedera, otomatis fleksibel. Situasionalnya seperti apa nanti, harus kita lihat terus perkembangannya,” kata Jafri, Kamis (6/9/2018).

Sisa sekitar satu pekan sebelum bertemu PSMS Medan, Jafri menyebut enggan mengadakan uji coba lagi. Menurutnya, ia lebih akan mengoptimalkan internal game daripada beruji coba guna menghindari pemain PSIS kembali cedera. (*)