Tuntutan Fasilitas Jadi Kendala Kontrak Luis Milla

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, mengungkapkan ada beberapa kendala yang membuat Luis Milla belum menandatangani kontrak baru.

Salah satunya adalah fasilitas yang diminta Luis Milla kepada PSSI.

Hingga kini, menurut Ratu Tisha, Luis Milla sedang memahami kontrak yang sudah diberikan PSSI melalui agennya asal Spanyol.

“Saat ini kami sedang berbicara dengan agennya Milla, orang Spanyol, tentang fasilitas yang diminta Milla kepada PSSI. Masih tahap itu dahulu,” kata Tisha saat dihubungi BolaSport.com.

Tisha menambahkan, PSSI sebenarnya sudah memiliki persyaratan fasilitas kepada setiap pelatih Timnas Indonesia baik di U-16, U-19, U-23, dan senior.

Federasi sepak bola Indonesia itu merasa keberatan meningkatkan fasilitas yang diminta Luis Milla.

Saat menukangi Timnas U-23 Indonesia, pelatih 51 tahun itu memang meminta beberapa fasilitas kepada PSSI seperti penginapan cukup mewah di Bali dan transportasi.

“Lagi pula ada standarisasi PSSI terhadap fasilitas pelatih. Ini berlaku untuk pelatih asing dan lokal juga,” kata Tisha.

Tisha mengatakan PSSI sebagai pemberi kerja tentu memiliki beberapa kondisi yang harus dipenuhi sebagaimana kontrak kerja pada umumnya.

Salah satunya adalah proses administrasi yang saat ini sedang diurus apabila Luis Milla setuju kembali menukangi timnas Indonesia.

“Banyak administrasi yang perlu diselesaikan karena terkait tenaga kerja asing, jadi perlu waktu,” ungkap Tisha.

“Jika pembicaraan dengan agennya selesai, secepatnya Milla datang ke Indonesia,” imbuh Tisha.

Luis Milla memang sangat diharapkan segera datang ke Indonesia dalam waktu dekat.

Timnas Indonesia akan melakoni laga persahabatan dengan Timnas Mauritius di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018). (Mochamad Hary Prasetya)