Lewat Sepak Bola, Santri Diharapkan Bisa Berprestasi

Santri dituntut untuk terus berpretasi. Tak hanya mahir dan menguasai ilmu agama, santri juga harus bisa bersaing dan berpretasi di bidang lain.

Harapan tersebut disampaikan Sukamto selaku Penasehat Liga Santri Nusantara (LSN) Regional DIY. Dengan sepak bola diharapkan para santri juga bisa berbuat prestasi. “Calon wakil presiden kita juga dari santri. Banyak juga atlet nasional yang berasal dari santri,” terang Sukamto usai menghadiri pembukaan Liga Santri Region Yogya di Lapangan Dwi Windu Bantul, Minggu (2/9/2018) siang.

Anggota DPRD DIY ini juga meminta santri terus semangat untuk berpretasi dalam bidang apapun termasuk olahraga. Menurutnya banyak juara nasional bidang olahraga yang juga dari kalangan santri. “Harapan kami santri gigih dan semangat untuk terus berpretasi,” tegasnya.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut dirinya juga santri. Menurutnya saat ini santri tidak cukup hanya pandai mengaji atau hafal kitab kuning saja, namun mereka juga dituntut utuk berpretasi di bidang lain. Yang paling penting menurut Halim, semangat atau fighting spirit harus terus dikobarkan. “Banyak profesor doktor jebolan pesantren. Banyak pula atlet berperastasi yang juga satri. Intinya Fighting spirit ini harus terus dikobarkan untuk terus berjuang di bidang apa saja,” tegasnya.

Koordinator Regional LSN DIY, Abdul Kholid menyebut liga santri ini diikuti oleh 23 klub dari pondok pesantren se-DIY. Liga santri ini merupakan kelanjutan dari liga santri sebelumnya yang sudah berlangsung puluha kali.

Menurut Kholid pesantren tidak hanya dikenal berkontribusi dalam keagamaan namun juga banyak berkontribusi dalam bidang olahraga. Liga santri salah satunya. Kholid menyebut bintang U-19 Muh Rafli adalah salah satu jebolan liga santri yang mampu mengharumkan bangsa. “Ini salah satu bukti santri dan pesantre juga bisa berkontrubsi dalam bidang olahraga,” terangnya.

Sejumlah tim yang bertanding dalam LSN di antaranya adalah tim dari Pondok Pesantren Ulul Albab, Pondok Pesantren Al-Jailani, Pondok Pesantren Ali Maksum, Pondok Pesantren Nurul Iman, Pondok Pesantren Baiquniyyah, Pondok Pesantren Al-Munawwir. Kemudian Pondok Pesantren Al-Imdad, Pondok Pesantren Rohmatul Umam, Pondok Pesantren Nur Iman, Pondok Pesantren Nurul Haromain, Pondok Pesantren Al-Qur’an Wates dan yang lainnya.