5 Pemain Timnas U-16 Asal Purwakarta Punya Peluang ke Sporting Lisbon

Pendiri sekaligus pembina klub sepak bola ASAD Jaya Perkasa, Dedi Mulyadi, akan mengirim lima pemain tim nasional U-16 jebolan klubnya untuk mempertajam kemampuan ke akademi Sporting Lisbon, Portugal.

Kelima anak asuhnya itu turut mengisi line-up timnas U-16 asuhan Fachri Husaini pada final Piala AFF U-16 saat mengandaskan perlawanan timnas U-16 Thailand, Sabtu (11/8/2018).

Fajar Faturrahman tampil sebagai protagonis dengan menyarangkan gol semata wayang Indonesia ke gawang tim lawan.

Sementara itu, rekannya yang lain, seperti Yadi Mulyadi, Hamsa Medari Lestaluhu, Muhammad Talaohu, dan Ahludz Dzikri juga memberikan kontribusi positif.

“Akademi Sporting Lisbon itu memiliki infrastruktur yang sangat baik. Sudah banyak pemain kelas dunia yang terlahir dari sana, contohnya Cristiano Ronaldo dan Luis Nani,” kata Dedi di sela penyambutan ASAD, tepatnya di Kantor Dinas Pendidikan Purwakarta, Gg Beringin, Rabu (15/8/2018).

Sejak pertama kali bertemu dengan anak-anak tersebut, Dedi memiliki keyakinan kuat.

Keyakinan tersebut ialah bahwa mereka tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional Asia. Menurut Dedi, pengajaran sepak bola di Eropa dan belahan dunia lain mereka rasakan.

“Walau mereka berasal dari desa tetapi saya yakin betul mereka ini bisa. Cristiano Ronaldo itu anak Madeira, itu daerah terpencil di Portugal, ternyata bisa kok. Anak-anak ini juga bisa,” katanya bersemangat.

Sementara itu, Manajemen Akademi ASAD Jaya Perkasa Purwakarta menyetujui rencana Dedi Mulyadi. Manajer ASAD, Habib Alwi Hasan Syu’aib, mengatakan, pilihan menuju Sporting Lisbon sudah tepat.

Dia menyebut bahwa Lisbon lebih produktif menelurkan pemain dibanding akademi lain.

“Kalau boleh menilai, Lisbon itu setara Ajax Amsterdam, Partizan Belgrade, dan Dinamo Zagreb. Itu lebih produktif dibanding La Masia milik Barcelona dan Madrid Castilla milik Real Madrid,” katanya.

Alwi mengatakan, hampir di semua kompetisi papan atas Eropa, selalu ada pemain lulusan Akademi Lisbon. Beberapa di antaranya bahkan sukses meraih Ballon d’Or, penghargaan tertinggi sepakbola dunia.

“Itu CR7 dan Luis Figo contohnya, mereka berdua alumnus Lisbon. Kami punya target seluruh skill anak ASAD bisa digunakan untuk timnas U-19. Jenjangnya meningkat dari U-16,” katanya.