Pelatih PSIS Semarang Siapkan Strategi Baru Menghadapi Sisa Kompetisi

Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese menyesalkan kekalahan timnya atas Bhayangkara FC, Senin (13/8) lalu.

Sebab, kekalahan tersebut membuat timnya turun satu tingkat ke posisi 17 di papan klasemen sementara.

Terdekat, PSIS akan menghadapi tim juru kunci PSMS Medan, 12 September mendatang di Stadion Teladan, Medan.

Jika kalah maka PSIS dan PSMS akan bertukar posisi sebagai tim juru kunci di papan klasemen.

Vincenzo Annese mengatakan sebelum melawan PSMS, dirinya ingin memanfaatkan jeda kompetisi yang cukup lama ini untuk membenahi timnya.

Hampir satu bulan, kompetisi Liga 1 sengaja diliburkan selama gelaran Asian Games Jakarta-Palembang berlangsung.

Lebih lanjut, allenatore asal Italia tersebut menegaskan ia tidak ingin PSIS kembali kalah dalam situasi yang sama ketika menghadapi Bhayangkara FC. Pada saat itu, dua gol Bhayangkara lahir karena pemain PSIS tidak melakukan penjagaan ketat terhadap pemain lawan.

Menurutnya, pada saat menghadapi Bhayangkara, skuat asuhannya kurang tampil maksimal. Ditambah lagi, di lini tengah PSIS tidak ada sosok Ibrahim Conteh yang absen karena akumulasi kartu kuning.

“Saya melihat tim saya mengalami penurunan semangat juang. Karena kami harus seratus persen berjuang harusnya, kami harus memacu diri sendiri untuk PSIS Semarang,” kata Vincenzo.

Selain itu, ia ingin membenahi mental para pemain atas serangkaian hasil buruk di tiga pertandingan awal PSIS di putaran kedua Liga 1 musim ini.

Kami tidak boleh kehilangan poin seperti ini lagi. Kami harus benar-benar merubah mentalitas untuk bisa maju ke depan. Dan dalam latihan-latihan kedepan kami ingin memperbaiki mental dan psikologis pemain agar kembali bangkit,” kata Vincenzo.

Disisi lain ia juga menginginkan skuat asuhannya bisa meningkatkan kondisi fisiknya.

“Saya ingin mereka lebih kuat dan lebih semangat, selain itu kami ingin tingkatkan kondisi fisik pemain karena di Liga 1 hampir semua tim mengandalkan fisik selama 90 menit,” kata Vincenzo.

Sementara itu, gelandang PSIS, Nerius Alom mengatakan kekalahan atas pertandingan melawan Bhayangkara FC cukup mengagetkan.

Kedepan, ia berharap timnya mampu memperbaiki kesalahan dan bisa meraih poin maksimal untuk keluar dari zona degradasi.

“Semua pemain sudah bekerja keras. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan hsrapan kami. Kedepan kami ingin bekerja keras lagi untuk berbenah terutama dari segi taktik dan strategi,” kata mantan pemain Semen Padang ini. (*)