Mantan Bomber Timnas Bicara soal Wacana Penghapusan Striker Asing

Mantan penyerang timnas Indonesia, Zaenal Arief, mendukung wacana PT LIB selaku operator Liga 1 yang berencana melarang penggunaan striker asing pada kompetisi Liga 1 musim depan.

Menurut dia, rencana itu akan membuka kesempatan kepada para striker lokal untuk mengembangkan potensinya.

“Kalau memang ada wacama seperti itu demi kebaikan sepak bola nasional, kalau itu untuk membangkitkan striker lokal yang selama ini tak muncul, saya mendukunglah,” ucap Abo, sapaan akrabnya, saat dihubungi via telepon seluler, Selasa (14/8/2018).

Jika wacana itu terealisasi, Abo menilai kebijakan itu bisa jadi angin segar bagi bomber lokal yang selama ini sulit mendapat kesempatan bermain.

“Ya buat adik-adik yang sedang meniti karier di liga profesional memanfaatkan peluang ini. Mudah-mudahan dengan regulasi yang dicanangkan itu betul-betul bisa membuat para striker lokal yang selama ini belum dapat kesempatan mereka bisa memberikan kemampuan terbaiknya,” tutur mantan striker Madura United itu.

Pamor striker lokal nasional memang terus meredup. Dari jajaran top skor Liga 1 saja (hingga pekan ke-20), hanya Samsul Arif yang masuk 10 besar daftar pencetak gol terbanyak.

Di level timnas, Indonesia pun bertumpu pada bomber naturalisasi, seperti Stefano Lilipaly dan Beto Goncalves.

Abo berpendapat, minimnya kontribusi striker lokal tak lepas dari ekspektasi tinggi para kontestan Liga 1 yang ingin tampil produktif di tiap laga.

“Sekarang kan yang banyak muncul itu pemain berposisi sayap, gelandang, kalau pemain depan kurang karena memang regulasi sekarang setiap klub pasti mencari ujung tombaknya. Selama ini, kiper tak jadi sorotan karena sering pakai pemain lokal akhirnya muncul juga (kiper bagus). Mudah-mudahan terobosan itu bisa berhasil seperti di posisi penjaga gawang,” tuturnya.

Namun, tambah Abo, kehadiran pemain asing tetap dibutuhkan untuk menjaga gairah sepak bola nasional. Sebab, kata Abo, tak bisa dimungkiri hadirnya pemain asing jadi daya tarik bagi sepak bola Indonesia.

“Namun, untuk pemain asing, saya pikir tetap harus ada karena kan pemain asing jadi daya magnet masyarakat. Namun, pemain asing yang betul punya kualitas di atas rata-rata pemain lokal, jadi pemain lokal bisa terpacu,” katanya.