Arema Tak Bisa Menggaransi Posisi Milan Petrovic

Posisi pelatih kepala Arema FC, Milan Petrovic, sedang panas. Hal itu merupakan imbas dari hasil buruk yang diraih tim berjulukan Singo Edan itu dalam tiga pertandingan kandang terakhir. Mereka ditahan PS Tira (15/7/2018), Persija Jakarta (5/8/2018), dan Borneo FC (11/8/2018).

Akibatnya, Arema terpaku di urutan ke-14 klasemen sementara Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Aremania pun merasa gerah dengan situasi ini sehingga mereka melakukan protes seusai pertandingan melawan Borneo FC dan lewat media sosial.

Tidak sedikit dari mereka yang mempertanyakan kualitas Milan. Biasanya, jika sudah mendapatkan protes keras dari Aremania, kursi pelatih langsung goyah, seperti yang dialami oleh Joko Susilo di awal musim. Dia dilengserkan setelah hanya meraih enam poin dalam delapan pertandingan awal.

Saat ini Milan memang punya perolehan poin lebih banyak daripada pelatih terdahulu. Pelatih asal Slovenia itu sudah mengumpulan 19 poin dari 12 pertandingan.

Ketika dikonfirmasi terkait posisi Milan ke depannya, manajemen Arema belum bisa memberikan garansi. “Untuk persoalan itu, kami tidak bisa menjawab,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Saat ini manajemen tengah kecewa dengan hasil yang diraih Arema, sama seperti yang dirasakan Aremania.

Hal ini berarti tidak ada garansi bagi Milan untuk menjabat sebagai pelatih kepala hingga akhir musim. Manajemen sudah berjuang memberikan materi pemain tambahan di masa transfer window dengan kualitas yang lebih baik.

Tetapi, hasilnya justru menurun setelah menang telak di kandang Sriwijaya FC tiga gol tanpa balas pada 21 Juli 2018 di Palembang.

Milan mengakui saat ini timnya sedang kehilangan konsentrasi dalam tiga pertandingan terakhir. Setelah menang melawan Sriwijaya FC, Arema seakan terlalu percaya diri sehingga mereka terjerumus dalam hasil negatif saat ini. Manajemen Arema juga kecewa karena timnya tidak bisa menjaga momentum.

Apalagi Aremania sedang bersemangat datang langsung ke Stadion Kanjuruhan setelah melawan Sriwijaya FC. Bahkan jumlah penonton terbanyak di kandang sempat ditorehkan ketika menjamu Persija Jakarta (5/8/2017) dengan total hampir 45 ribu penonton.

“Tentu kami menyesalkan tim tidak bisa menjaga momentum saat Aremania banyak yang datang justru meraih hasil imbang,” imbuh Sudarmaji.

Diprediksi, Stadion Kanjuruhan akan ditinggal lebih banyak penonton dalam beberapa laga kandang selanjutnya jika Arema tidak kunjung bangkit dari keterpurukan ini.