Psikolog Timnas Indonesia U-16 Buka Kartu perihal Perilaku Pemain di Luar Lapangan

Seperti halnya anak di kisaran usia mereka yang lain, pemain yang tergabung di Timnas Indonesia U-16 memiliki kebiasaan atau perilaku yang berbeda. Bahkan, ada yang dianggap unik.

Hal itu diungkapkan psikolog Timnas Indonesia U-16, Laksmiari Saraswati Widodo. Sang psikolog membagikan beberapa cerita unik itu, terutama saat pemain berada di penginapan selama Piala AFF U-16 2018 yang diikuti Tim Garuda Asia di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Ada pemain yang tidak bisa tidur saat waktu istirahat malam. Ada juga yang tidak berani tidur sendirian. Kadang satu kamar sampai dipakai tidur lima orang dalam kondisi seperti itu,” ungkap psikolog yang akrab disapa Asty itu.

Asty menuturkan pemain Tim Garuda Asia cukup dekat satu sama lain. Kekompakan mereka tidak hanya terjadi di lapangan saat bertanding, namun juga di luar lapangan selama di penginapan.

“Kadang mereka saling cerita, kalau ada kekhawatiran atau perasaan takut tertentu. Mereka ini masih berusia di bawah 16 tahun, jadi memang perlu pendamping lebih,” imbuhnya.

Satu di antara momen yang membuatnya kagum adalah sesaat setelah insiden gempa bumi yang menimpa Lombok dan Bali awal pekan ini. Ada satu pemain asal Bali, Komang Teguh Triasnanda, yang memiliki keluarga terdampak gempa.

Asty menuturkan, saat itu semua pemain langsung berusaha menemani Teguh, yang terlihat khawatir dengan kondisi keluarganya. Keluarga Teguh lantas dinyatakan dalam kondisi selamat.

Namun, hal itu rupanya tidak mengurangi kecemasan Teguh. Pemain lain langsung berusaha menemani Teguh dengan mengajak berbincang agar tidak terlalu terpikir dengan bencana itu.

“Seluruh pemain di Timnas Indonesia U-16 langsung ikut mendampingi Teguh saat itu juga. Saya merasa tim ini memang sudah sangat kompak. Malah saat itu, tidak banyak yang saya lakukan melihat kekuatan persatuan tim ini. Saya tinggal mendampingi saja,” ujar Asty.