Karena Ulah Oknum Suporter, PSM Makassar Kena Denda Lagi

PSM Makassar kembali terkena sanksi dari Komdis PSSI. Hal itu merupakan buntut dari insiden dalam laga lanjutan Liga 1, PSM Makassar vs Perseru Serui, Minggu (05/08/18) lalu.

Kepastian tersebut diungkapkan sekretaris PSM Makassar, Andi Widya Syadzwina. Wina menjelaskan bahwa tim Juku Eja terkena sanksi berupa denda uang sebesar Rp45 juta. Denda tersebut merupkan imbas dari adanya oknum suporter yang melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan.

“Pelemparan botol yang dapat sanksi. Denda uang. nanti saya cek,” ujar Wina beberapa waktu lalu.

Selain pelemparan botol dalam laga yang berakhir imbang tersebut. Terjadi insiden pemukulan terhadap asisten wasit yang dilakukan oleh suporter. Kejadian terjadi tepatnya pada menit ke-72 di bagian utara Stsdion Mattoanging. Terkait hal tersebut, Wina mengaku belum menerima informasi dari Komisi Disiplin PSSI.

“Sampai hari ini belum ada surat dari Komdis terkait aksi dari oknum suporter,” ujarnya.

Soal pemukulan asisten wasit (hakim garis) beredar kabar bahwa pelaku tersebut berasal dari kelompok suporter PSM Makassar, Redgank.

Presiden Redgank, Sul dg Kulle, mengaku jika saat ini pihaknya masih mencari tahu oknum tersebut dan akan memberikan sanksi sesuai aturan organisasi.

“Kami investigasi (cari tahu) dulu. Kami masih mau ketemu, karena kami wajib rapatkan internal sesuai aturan organisasi,” ujarnya kepada INDOSPORT.com beberapa waktu lalu.

Sesaat setelah pertandingan, akun media sosial (Twitter dan Instagram) kelompok suporter Redgank memberitahukan bahwa si pemukul asisten wasit tersebut benar bagian dari Redgank.

“Kami memohon maaf atas aksi yang terjadi sore tadi dan kami akui itu reaksi spontan diluar kesadaran tanpa diduga dari oknum anggota kami. Sesaat setelah pertandingan sesuai rapat internal, diputuskan bahwa kami akan memberikan sanksi sesuai aturan organisasi kami,” tulis admin di akun Instagram @redgank_psm.