Persebaya Tidak Bisa Ganti Manajer di Tengah Musim

Keputusan Persebaya Surabaya untuk melakukan pergantian manajer bakal menemui masalah. Mereka sempat mengumumkan mencopot jabatan Chairul Basalamah sebagai manajer tim, di saat yang bersamaan dengan dilepasnya Angel Alfredo Vera sebagai pelatih.

Sesuai regulasi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, jabatan ini tidak bisa digantikan orang lain di pertengahan musim ini. Hal tersebut dibenarkan Chief Operating Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy.

“Kalau melihat terminologi dan tujuannya, (jabatan manajer tim) tidak bisa diganti. Manajer itu tidak mengurusi hal teknis karena merupakan leader paling tinggi di bench,” kata Tigor saat dihubungi Bola.com.

Pengaturan mengenai hal ini tercantum dalam Pasal 31 Ayat 1 poin d.iii. Di situ tertulis dokumen pendukung terhadap kualifikasi atau status kerja sesuai dengan jabatan, dan manajer tim harus mendapat kontrak penuh serta sertifikasi dari PT LIB.

Pada awal musim, PT LIB selaku operator Liga 1 telah mengadakan sertifikasi yang ditunjukan untuk semua manajer tim. Hal itu untuk memberi pemahaman kepada klub mengenai tugas manajer dan regulasi yang mengaturnya.

“Makanya itu, kami melakukan sertifikasi untuk manajer tahun ini. Beda dengan pelatih yang mungkin karena performa timnya jelek ada evaluasi misalnya, ada pemberhentian kontrak,” ucap Tigor.

“Persebaya sebenarnya bukan tim pertama yang mau ganti manajer di tengah kompetisi. Sebelumnya, ada dua klub lain, dan kami menyampaikan memang tidak bisa. Konsekuensinya kalau mau dipecat boleh, tapi kalau ada jabatan itu tidak di bench, akan ada sanksi regulasi,” imbuhnya.

Dalam regulasi pun telah diatur, manajer tim bersama pelatih kepala dan dokter tim, wajib berada di deretan bangku cadangan selama pertandingan. Jika satu dari tiga jabatan itu tidak diisi, maka klub bakal dijatuhi sanksi.

Sejak pengumuman dicopotnya jabatan Chairul sebagai manajer tim, Persebaya telah meletakkan orang lain di bangku pemain cadangan. Dia adalah Budi Dharma Wibawa, yang tertulis sebagai asisten manajer dalam dua laga terakhir, melawan Persela Lamongan (5/8/2018) dan Barito Putera (12/8/2018).

“Dari awal kami mendesain rencana itu, ada dua personel yang diundang untuk melakukan sertifikasi, manajer dan asisten manajer. Kalau salah satu yang tidak hadir, yang lain bisa mengisi. Keduanya mendapat porsi yang sama saat sertifikasi,” kata Tigor.

Dengan kondisi ini, Persebaya hanya bisa menempatkan Budi Dharma dalam jabatan tertinggi di bangku cadangan selama pertandingan. Tidak ada sosok yang bisa dipilih untuk menjabat sebagai manajer tim bila keputusan melepas manajer lama masih dipertahankan.