Komang Teguh dkk Antar Timnas Indonesia Juara AFF U-16, sang Ayah dan Ibunya Menangis Terharu

Timnas U-16 Indonesia mampu menjadi juara Piala AFF U16 setelah di laga final menaklukkan Timnas Thailand dengan agregat 5-4 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu(11/8) malam.

Hingga waktu normal 80 menit kedua kesebelasan hanya bermain imbang 1-1. Gol Indonesia dicetak oleh Fajar Fathur menit 34, sementara gol balasan Thailand dicetak oleh Apidet Janngan menit 72.

Pada babak adu penalti, Indonesia sukses menundukkan Thailand dengan agregat 5-4.

Drama adu penalti yang cukup menegangkan turut dirasakan betul oleh ayah Komang Teguh Trisnanda, Nyoman Merta Jiwa yang menyaksikan langsung perjuangan keras Timnas Indonesia U-16 di final menaklukkan Thailand.

Ia menceritakan, pertandingan yang ia saksikan sejak menit awal bergulir babak pertama cukup menguras rasa khawatirnya.

Bagaimana tidak, Timnas yang menguasai jalannya pertandingan dan unggul di babak pertama terpaksa harus menunda pesta kemenangan setelah Thailand menyamakan kedudukan 1-1 jelang babak kedua berakhir.

“ Iya, untuk kita itu sih pertandingan yang menegangkan sekali, masalahnya anak-anak kita sudah menekan dari menit-menit awal sampai babak kedua, mau habis babak kedua lagi empat menit waktunya tahu-tahu kebobolan, itu yang membuat kita tegang sekali ,” ucapnya saat dihubungi oleh Tribun Bali, Sabtu (11/8).

Hasil imbang ini, terpaksa harus diakhiri dengan drama adu penalti. Meski penentuan gelar juara harus melalui babak adu tos-tosan, namun ia yakin, bahwa Timnas Garuda muda akan dapat memenangkan pertandingan melawan Thailand.

“Saya punya keyakinan kalau kita bisa juara waktu penalti itu, tegang sih tegang tapi baru Thailand gak ngegolin kita sudah punya keyakinan tinggi sekali kita akan juara,” ujarnya.

Saat pemain Timnas merayakan gelar juara, kata dia, dirinya dan sang istri sampai menangis terharu di Stadion melihat Komang Teguh dkk bersuka cita mewujudkan mimpi meraih juara.

“Kita semua terharu, ibunya menangis, saya sebagai bapaknya juga menangis tadi di lapangan,” ucapnya dengan penuh bangga.

Selain bangga dengan kemenangan Timnas, secara khusus ia memuji permainan putranya bersama rekan-rekannya di lapangan. Komang Teguh yang merupakan pemain jebolan Putra Tresna Denpasar ini, mampu bermain efektif dan agresif di sepanjang laga walau sempat terjadi insiden benturan.

“Kalau Teguh sih tadi mainnya bagus, tapi dia kan sempat benturan sama si Bagas ya , tadi dia sempat dapat keluar sebentar sebelum babak kedua itu kan, babak pertama kepalanya terbentur sama kepalanya si Bagas itu , tapi saya sebagai orang tua yang biasa ada dilapangan sih gak masalah itu , tapi mamanya yang khawatir, “ ucapnya kepada Tribun Bali.

Ia pun berencana akan kembali ke Bali malam nanti, tapi Komang Teguh tak dapat ikut ke Bali bersamanya karena ia akan langsung ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya di SKO Ragunan, Jakarta.

Komang Teguh selain memiliki jadwal yang cukup padat, ia hanya mendapatkan libur seminggu lamanya sebelum kembali melakukan TC untuk persiapan Kejuaraan U-16 AFC 2018 di Malaysia yang akan bergulir September 2018 mendatang.

“Habis ini Teguhnya langsung ke Jakarta , gak bisa balik ke Bali, dari Timnasnya dia dapat libur tapi kan Teguh kan sekolah di Jakarta , dia sudah dapat tiket dari Sidoarjo ke Jakarta,dia sudah dipesenin tiket . Sebenarnya sih satu minggu saja dikasih libur dari timnasnya, jadi anak-anak dikembalikan ke sekolahnya masing-masing atau ke orangtuanya kan, sudah itu dia kembali TC lagi, kemungkinan di Sidoarjo atau di Jogja, TC untuk persiapan AFC U-16 bulan depan di Malaysia,” ucapnya singkat.

Seperti diketahui, Timnas U16 Indonesia hanya bermain imbang 1-1 hingga akhir babak kedua pada laga final Piala AFF U16 2018 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8) malam.

Gol Indonesia dicetak Fajar Fathur menit 34, sementara gol balasan dari Thailand dicetak Apidet Janngan menit 72.

Dengan hasil ini penentuan pemenang harus dilanjutkan pada babak adu penalti. Pada babak adu penalti, Indonesia sukses menundukkan Thailand dengan agregat 5-4.

Tiga eksekutor penalti dari Thailand sukses menyarangkan bola ke gawang Indonesia yang dijaga oleh Ernando Ari, ketiganya adalah Thaharin Thumsen, Anucha Sodsri, dan Kittipong Khetpara.

Namun, dua tendangan penalti lainnya berhasil ditepis Ernando Ari. Adalah tendangan dari ApideJanngam dan Pongsakom Innet.

Sementara empat eksekutor penalti Indonesia sukses menceploskan bola ke gawang Thailand. Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, dan David Maulana.

Dengan hasil itu, maka Timnas Indonesia berhasil menjadi juara di ajang Piala AFF U16 2018, dan ini merupakan gelar pertama bagi Indonesia. Hasil ini merupakan raihan terbaik Timnas U16 Indonesia sepanjang keikutsertaan Piala AFF U16.

Sebelumnya, Indonesia menjadi runner-up pada gelaran Piala AFF U-16 2013 yang dihelat di Myanmar.

Selain peringkat kedua pada 2013, Indonesia juga sempat menjadi peringkat ketiga pada 2002 serta peringkat keempat pada 2007 dan 2010.

Sementara itu, Nyoman Merta Jiwa merasakan suasana menegangkan di pertandingan final Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Merta Jiwa yang merupakan ayah dari pemain Timnas Indonesia U-16 Komang Teguh Trisnanda menjadi saksi langsung kemenangan Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2018.

Ia mengatakan pertandingan yang tadi baru saja selesai ia saksikan sungguh menegangkan dari menit awal pertandingan dimulai.

“Iya, untuk kita itu sih pertandingan yang menegangkan sekali. Masalahnya, anak-anak kita sudah menekan dari menit-menit awal sampai babak kedua. Mau habis babak kedua empat menit lagi, tahu-tahu kebobolan, itu yang membuat kita tegang sekali ,” ucapnya saat dihubungi oleh Tribun Bali, Sabtu (11/8).

Ia mengatakan saat adu penalti terjadi, dia sudah memiliki keyakinan bahwa Garuda Muda akan dapat memenangkan pertandingan melawan Thailand.

Berkat Perjuangan Keras Pemain

Timnas U16 Indonesia mampu menjadi juara Piala AFF U16 setelah di laga final menaklukkan Timnas Thailand dengan agregat 5-4 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu(11/8) malam.

Hingga waktu normal 80 menit kedua kesebelasan hanya bermain imbang 1-1. Gol Indonesia dicetak oleh Fajar Fathur menit 34, sementara gol balasan Thailand dicetak oleh Apidet Janngan menit 72. Pada babak adu penalti, Indonesia sukses menundukkan Thailand dengan agregat 5-4.

Hasil ini menurut pelatih Timnas U16 Indonesia, Fakhri Husaini tidak lepas dari perjuangan pemain dan dukungan suporter.

“Hasil ini berkat perjuangan para pemain juga dukungan luar biasa suporter, baik yang hadir di stadion maupun tidak,” ungkapnya usai laga.

Di luar itu, Fakhri memuji mental dari penjaga gawang Indonesia, Ernando Ari karena bisa menepis dua penendang Thailand.

“Ernando sudah menjalankan dengan baik tugasnya, ini tidak lepas dari latihan yang kita dilakukan, baik kiper maupun penendang,” terangnya.

Sementara itu, pelatih Timnas Thailand, Tongchai Rungreangles, menilai kekalahah timnya tidak lepas kurang baiknya penampilan anak asuhnya karena tekanan dari suporter Indonesia.

“Hasil ini kurang baik, pemain kami tampil di bawah tekanan suporter Indonesia, sehingga bermain kurang maksimal,” terangnya.

Khususnya di babak pertama, Tongchai mengakui permainan skuat asuhanya sangat buruk, namun kemudian membaik setelah melakukan pergantian.

“Babak pertama tim kami bermain tidak efektif, namun di babak kedua kami lakukan pergantian pemain dan mulai membaik,” pungkasnya. (dad/amn/surya)