Tegar Pangestu Gantikan M. Wahyu di Persis Solo

Pendukung Persis Solo mendadak kalang kabut saat kapten tim mereka, M. Wahyu, berniat meninggalkan tim untuk hijrah ke Liga 1 bersama PSIS Semarang. Rasa penyesalan hingga air mata tak dapat ditahan suporter Persis yang sudah menganggap M. Wahyu sebagai panutan. Sebagian fans pun khawatir permainan Persis bakal menurun sepeninggal sang kapten.

Namun kekhawatiran itu terjawab dengan penampilan sosok gelandang baru asal PSPS Riau, Tegar Hening Pangestu. Meski awalnya diragukan oleh sebagian pendukung Laskar Sambernyawa, performa Tegar di laga melawan Persinga Ngawi dan Persita Tangerang cukup mengundang perhatian.

Pemain kelahiran Bangka, 12 Juni 1993, itu ternyata mampu memberi kenyamanan di sektor gelandang tengah walau belum mampu mempersembahkan kemenangan. Beberapa kali Tegar melakukan intersep penting untuk menghalangi serangan Persita masuk wilayah pertahanan. Meski berstatus gelandang bertahan, dia pun tak ragu berakselerasi untuk membantu serangan tim.

Kengototannya bersama Heru “Eto’o” Setyawan sebagai gelandang “pengangkut air” membuat Persita sulit mengembangkan permainan terutama di babak pertama. Pelatih Jafri Sastra bahkan tak segan memuji adaptasi cepat Tegar dengan lini tengah Persis.

Namun demikian, siapa sangka gelandang berbadan kekar itu sempat ragu bisa cepat nyetel dengan permainan tim. Saat melawan Persinga, dia mengaku masih merasa canggung saat didapuk menjadi penyeimbang lini tengah bersama Eto’o. Beruntung sejumlah pemain senior Persis banyak memberi masukan padanya agar lebih cepat beradaptasi dengan skema Jafri Sastra.

“Sekarang berpasangan dengan siapa pun di lini tengah tak ada masalah. Saya sudah mengerti karakter permainan yang diinginkan pelatih,” ujar Tegar kepada Solopos.com, Selasa (7/8/2018).

Tegar adalah salah satu dari tiga pemain anyar yang didatangkan Persis di bursa transfer tengah musim. Selain Tegar, ada Syaiful Ramadhan dan Abanda Rahman yang sama-sama berasal dari PSPS Riau. Ketiga pemain ini langsung terpilih menjadi starter seusai diboyong dari Asykar Bertuah.

Pada Jumat (10/8/2018) nanti, mereka harus menjalani laga “nostalgia” melawan PSPS Riau di Stadion Rumbai. Patut dinanti apakah Tegar dkk. mampu memberi kontribusi optimal untuk mengakhiri puasa kemenangan di lima laga terakhir.