Suporter Desak Manajemen PSM Mengevaluasi Kinerja Robert Alberts

PSM Makassar hanya meraih dua poin pada tiga partai terakhir di Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak. Masing-masing takluk 1-3 dari PSMS Medan (23/7/2018), imbang dengan PSIS 1-1 (30/7/2018), dan Perseru Serui 2-2 (5/8/2018).

Ironisnya, tiga lawan terakhir PSM adalah klub yang saat ini bertengger di papan bawah klasemen. Hasil ini memang belum memengaruhi posisi PSM di papan atas.

Tetapi, kalangan suporter mulai khawatir dengan merujuk penampilan skuat Robert Alberts yang menunjukkan tren menurun.

“Strategi coach Robert sudah terbaca lawan. Penampilan PSM belakangan cenderung monoton,” ujar Andi Coklat, dedengkot suporter PSM, kepada Bola.com, Selasa malam (7/8/2018).

Menurut Coklat, serangan PSM terlalu bertumpu pada Wiljan Pluim sebagai kreator serangan. “Padahal, penampilan Pluim sejauh ini tidak sebaik musim lalu. Apalagi tim lawan sudah mengantipasinya dengan menugaskan satu atau dua pemain untuk mematikan pergerakan Pluim,” kata Coklat.

Coklat juga membandingkan hasil pertandingan PSM musim ini dengan Liga 1 2017. Pada musim lalu, PSM kehilangan lima poin di kandang sendiri dan akhirnya bertengger di peringkat tiga klasemen akhir.

“Kini, PSM sudah kehilangan lima poin saat Liga 1 2018 masih panjang,” ucap Coklat.

PSM kehilangan poin saat ditekuk Persela 2-3 (6/4/2018) dan bermain 2-2 melawan Perseru. Padahal, PSM masih akan menjamu tim kuat seperti Barito Putera, Persib Bandung, Persipura Jayapura, Persija Jakarta dan Bali United.

“Kalau merujuk penampilan PSM sejauh ini, kelima tim itu punya potensi meraih poin di Makassar. Artinya, kehilangan poin PSM di kandang sendiri akan bertambah,” imbuh Coklat.

Coklat menambahkan PSM memang bisa saja meraih poin penuh saat melakoni partai tandang. Tetapi, berkaca pada pada penampilan PSM bila bermain tandang yang tidak menggigit, peluang Juku Eja terbilang kecil.

Terdekat, PSM akan dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (10/8/2018). Kalau seri apalagi kalah, PSM harus bersiap terlempar dari papan atas.

“Kalau itu terjadi, sudah saatnya manajemen segera mengevaluasi kinerja Robert. Apalagi, Robert telah diberikan wewenang penuh untuk memilih pemain. Manajemen juga mempersilakan Robert membawa skuatnya dua kali melakukan pemusatan latihan di Bali yang memerlukan biaya besar,” lanjut Coklat.

Hal senada dikatakan Muhammad Oghie Syahputra, suporter PSM lainnya. Di mata Oghie, Robert juga terkesan tidak berani melakukan rotasi pemain. Misalnya di lini tengah, Robert selalu memainkan Wiljan Pluim, Marc Klok, dan Rizky Pellu sebagai starter.

“Padahal, di lini ini ada Rasyid Bakri, Asnawi Mangkualam, M. Arfan dan Arsyad Yusgiantoro,” jelas Oghie.

Coklat dan Oghie menegaskan evaluasi bukan berarti harus memecat Robert sebagai pelatih. “Tapi, sebagai warning agar Robert dan skuatnya lebih kerja keras karena persaingan di putaran kedua makin ketat. Ingat target PSM adalah juara musim ini,” tegas Coklat.