Tangis Haru Warnai Perpisahan Kapten Persis di Madiun

Tangis haru mewarnai laga Persis Solo saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Grup Barat Liga 2 di Stadion Wilis, Madiun, Senin (30/7/2018). Suasana emosional tersebut bukan disebabkan hasil seri 0-0 dan kegagalan tim Laskar Sambernyawa naik ke puncak klasemen, tapi terkait seremoni perpisahan sang kapten, M. Wahyu Fitrianto.

Laga melawan Persita memang jadi pertandingan terakhir pemain bernomor punggung 23 itu berseragam Persis. M Wahyu memutuskan mundur dan dikabarkan segera merapat ke salah satu kontestan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, PSIS Semarang.

Setelah pertandingan ribuan suporter baik Pasoepati maupun Surakartans yang hadir langsung ke stadion mengelu-elukan nama sang kapten. Ditemani stoper Ichwan Ciptady, M. Wahyu lantas menyapa suporter sembari menitikan air mata dan mencium logo Persis yang terdapat di jersey.

Sontak, puluhan suporter langsung berhamburan masuk ke lapangan untuk bertemu dengan sang idola. Tangis kembali pecah setelah beberapa suporter memberikan kenang-kenangan seperti syal, kaus, hingga karikatur bergambar mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

“Cukup berkesan pertandingan terakhir buat saya, tapi tidak bisa raih tiga poin. Persis seperti rumah kedua bagi saya. Istri juga selalu mengutamakan saya bermain di sini. Terima kasih atas sambutan hangat selama ini,” ungkap Wahyu setelah pertandingan.

Manajer Persis, Setiawan Muhammad, membenarkan M. Wahyu diminati PSIS. Itulah yang mendasari manajemen akhirnya melepas pemain yang berkostum Persis sejak musim 2014, 2017, dan tahun ini.

“Untuk M. Wahyu, melawan Persita memang pertandingan terakhir di Persis Solo musim ini. Dia ingin mengembangkan karier di Liga 1 dan tentu tidak bisa kami halangai,” ucap manajer yang akrab disapa Iwan itu.