PSSI Ungkap Alasan Izinkan Gelora Sriwijaya untuk Liga 1

PSSI mengungkapkan alasan penggunaan Stadion Gelora Sriwijaya untuk kompetisi Liga 1 2018. Apa katanya?

Menjelang Asian Games 2018, salah satu venue sepakbola di Jakabaring Sport City, Stadion Gelora Sriwijaya, rusak karena ulah suporter pada Sabtu (22/7/2018). Suporter menumpahkan amarah setelah timnya, Sriwijaya FC dikalahkan Arema FC dengan skor 0-3.

PSSI melalui pelaksana tugas Ketua Umum, Joko Driyono, telah berkomunikasi dengan pihak Jakabaring terkait penyelesaian venue tersebut. Dia juga sekaligus membeberkan alasan venue tetap digunakan padahal waktu sudah mendesak menuju Asian Games 2018.

“Ada dua hal, pertama kaitannya dengan disiplin kompetisi tentu ini menjadi concern kami, PSSI, Komdis dan PT LIB,” kata Joko ketika ditemui di sela-sela peluncuran bus resmi tim nasional Indonesia, di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) Senayan, Minggu (22//2018).

“Hal kedua karena venue Jakabaring adalah venue yang dipersiapkan untuk Asian Games tentu secara informal kami sudah melakukan informasi kepada pihak Jakabaring dan mereka sangat tanggap dan hal tersebut langsung dilakukan recovery terhadap kerusakan agar pada saat Asian Games tidak ada kendala.,” dia menambahkan.

“Berapa lamanya? Saya tidak mau berspekulasi, tapi jika melihat kondisi yang ada kemarin itu ukuran satu atau dua minggu selesai,” ujar pria asal Ngawi, Jawa Timur itu.

Soal alasan Gelora Sriwijaya masih digunakan padahal waktunya mendesak dengan Asian Games, Joko mempertimbangkan, intensitas penggunaan venuenya.

“Mungkin intensitas penggunaan di Jakabaring berbeda dengan venue di Jakarta. Di Jakabaring hanya digunakan untuk sepakbola putri. Itu lah kenapa masih diberi kesempatan (masih bisa dipakai),” dia menjelaskan.

loading...