Ketua Umum Persiba Balikpapan Siap Mundur dan Janji Potong 3 Ekor Sapi

Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher menyatakan siap mundur dari jabatannya.

Hal ini terkait gelombang kekecewaan suporter yang mendesak manajemen Persiba mundur atas hasil buruk di Liga 2 2018.

Saat ini tim yang berdiri sejak tahun 1950 itu masih terjerembab di zona degradasi klasemen Wilayah Timur Liga 2.

Dalam konfrensi pers, Syahril menyatakan siap mundur dari jabatan Ketua Umum Persiba Balikpapan.

“Menuntut Ryan Chong (pengurus) mundur itu adalah salah alamat. Hari ini juga jika ada yang menuntut saya mundur, saya siap mundur,” katanya, Kamis (19/7/2018).

Syahril menyatakan, jika ada orang yang siap untuk mengelola Persiba, bisa menghadap dirinya secara langsung.

Ia menilai tuntutan para oknum suporter tidak logis, karena menyasar salah satu manajemen Persiba.

“Kenapa hanya Ryan yang disuruh mundur, kenapa tidak menuntut saya yang mundur? Ada apa dengan Ryan, patut dipertanyakan juga”

“Siapapun yang mau pegang Persiba, silahkan bilang hari ini, besok, seminggu, putaran kedua, atau kapan, silakan saya tunggu”

“Saya akan potong tiga ekor sapi jika ada yang bisa mengelola Persiba,” ucap Syahril tegas.

Syahril mengatakan keputusan tersebut sudah ia bicarakan dengan pihak keluarga.

“Saya sudah bicarakan dengan keluarga. Buat apa saya pegang Persiba kalo uang saya habis dan saya dipermalukan. Bus Persiba dicoret-coret, itu sudah mencoreng wajah saya. Sudah tidak menghargai orang lain,” katanya.

Sejauh ini ada beberapa tuntutan yang disampaikan melalui beberapa spanduk yang tersebar di beberapa titik kota Balikpapan.

Di antaranya adalah menuntut mundurnya Ryan Chong dari jajaran pengurus Persiba, keterbukaan manajemen, dan merombak pemain dan kepelatihan Persiba Balikpapan.

“Manajemen harus terbuka seperti apa? Karena memang tidak ada satu pun orang yang membantu Persiba, tidak ada sepersen pun uang orang di sini. Makanya saya sangat sedih dengan tuduhan seperti itu”

“Kalau ada bantuan dari yang lain, tidak masalah. Untuk main di stadion saja kita bayar, padahal itu homebase. Bagaimana klub ini mau bagus, kalau mau latihan saja harus bayar,” jelas Syahril. (*)