3 Alasan Persija Memang Butuh Kehadiran Esteban Vizcarra

Performa Persija Jakarta belakangan tengah terpuruk. Empat laga tanpa kemenangan semakin memberi tekanan berat bagi para penggawa Persija. Karena itu Persija sangat butuh tenaga baru untuk bisa bangkit. Nama Esteban Vizcarra pun belakangan ramai diperbincangkan dan kabarnya jadi incaran utama klub Ibu Kota tersebut.

Macan Kemayoran – julukan Persija, saat ini tengah berada pada masa-masa sulit. Mereka baru saja melewati empat laga terakhir tanpa kemenangan. Bahkan takluk 0-2 dari Bali United pekan lalu saat bertindak sebagai tuan rumah.

Sebenarnya tak ada yang salah dari permainan Persija. Saat takluk dari Bali United contohnya. Mereka berhasil menguasai 60 persen bola, dan punya tingkat akurasi umpan 77 persen.

Sayangnya, efektivitas jadi permasalahan. Dalam laga di Stadion Sultan Agung, 17 Juli lalu Persija sebenarnya melepaskan total 23 tembakan. Tapi, hanya lima yang menyasar target dan tak satupun berbuah gol. Sedang Bali United, hanya perlu 8 tembakan ke gawang, lima tepat sasaran, dan terjadi dua gol.

Esteban Vizcarra dinilai bisa jadi opsi bagus buat Persija. Dia bisa saja jawaban dari masalah di lini depan Macan Kemayoran. Berikut ada tiga alasan yang mendukung hal itu versi JawaPos.com:

Bisa Berperan sebagai Playmaker

Lini depan Persija sebenarnya memiliki sederet nama mentereng. Seperti Marko Simic, Ivan Carlos, dan Osas Saha. Namun, mereka membutuhkan playmaker yang bisa mengatur ritme permainan. Persija butuh pemain yang tahu kapan harus melepaskan tembakan, kapan saatnya menahan bola.

Esteban punya pengalaman sebagai playmaker di lini tengah. Baik kala membela Semen Padang, Arema FC, maupun Sriwijaya FC. Statistiknya sejauh ini juga mendukung dia bila dipasang sebagai playmaker.

Dari 16 pekan sejauh ini, dia memiliki akurasi umpan mencapai 75 persen, dan akurasi umpan silang 52 persen. Persija memang memiliki Rohit Chand. Tapi, pemain asal Nepal itu lebih pas dipasang sebagai pivot atau lebih ke belakang.

Fleksibel di Depan

Selain sebagai playmaker, hadirnya Esteban bisa membuat Stefano Cugurra Teco banyak pilihan di depan. Andai bermain dengan formasi 4-3-3 andalannya, Esteban bisa melengkapi Marko Simic dan Riko Simanjuntak dalam trio penyerangan Persija.

Bila bermain dengan dua striker, duet Esteban-Simic juga bisa jadi pilihan. Faktanya, sejauh ini dia sudah mengemas enam gol buat Sriwijaya FC. Ini jelas jadi nilai plus buat Persija jika jadi menarik Vizcarra.

Belum lagi akurasi tembakannya yang mencapai 63 persen. Dia juga bisa membantu Simic mencetak gol. Karena, empat assist-nya buat Sriwijaya FC bisa jadi hal pendukung.

Bisa Memecah Konsentrasi Lawan

Selain pemain stylish, Esteban juga memiliki gaya menyerang yang cepat. Bila Persija mentok dengan Simic, dia bisa memecah konsentrasi lawan. Sejauh ini, dia juga sukses melakukan giringan bola dengan tingkat 43 persen.

Esteban juga menjadi pemain yang sering dilanggar lawan di Liga 1 2018, yakni sebanyak 34 kali. Nah, keunggulan Persija bisa dikeluarkan dalam mengeksekusi bola mati. Ini bisa jadi kesempatan buat beberapa algojo, seperti Simic, Ismed Sofyan, dan Jaimerson Xavier untuk mencetak gol dari tendangan bebas.

Patut dinantikan memang kelanjutan isu transfer ini. Sebab, beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi JawaPos.com, Esteban Vizcarra mengaku sama sekali belum dihubungi pihak Persija.