OSTOJIC SEMPURNAKAN PERTAHANAN SINGO EDAN

Lengkap sudah kepingan puzzle Arema FC di sektor pertahanan. Usai merekrut pemain senior Hamka Hamzah, Arema FC akhirnya mematenkan status Srdjan Ostojic. Pemain berkebangsaan Serbia yang sudah dua pekan lebih menjalani masa uji coba itu kini diikat kontrak hingga akhir musim.

Kepastian terkait status Oky–sapaan akrab Srdjan Ostojic– itu disampaikan pihak manajemen pada sesi jumpa pers di kandang Singa (kantor Arema FC), Jalan Mayjen Panjaitan, kemarin (17/7).

”Untuk satu slot pemain asing, kami memutuskan Oky bergabung dengan Arema,” ujar General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Dia menyatakan, ada proses panjang yang mesti dilalui sebelum manajemen Arema FC resmi mengontrak Oky. Itu berawal dari rekomendasi head coach Milan Petrovic dan asistennya Dusan ”Dule” Momcilovic.

Ketika pulang kampung ke Serbia, Milan dan Dule ”menemukan” Oky. Di sisi lain, kiper lokal Arema FC Joko Ribowo minta dilepas.

”Joko Ribowo bilang kepada kami, seandainya ada pergantian di posisi penjaga gawang, dia menawarkan diri (untuk keluar). Katanya, dia ingin dekat dengan keluarganya (yang tinggal di Jawa Tengah),” ujar dia.

Alhasil, pintu masuk untuk Oky pun terbuka. Tapi, penjaga gawang berusia 35 tahun itu mesti melalui proses seleksi lebih dulu. Sebab, Oky belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya. Manajemen ingin memastikan bahwa Oky benar-benar pantas untuk direkrut.

Selain itu, panjangnya waktu untuk mematenkan Oky juga karena statusnya yang belum pernah bermain di Indonesia. ”Karena ini kali pertama, harus melalui proses transfer matching system (TMS) FIFA,” ujar dia.

TMS merupakan sistem elektronik untuk memantau transfer internasional. Yakni, antara dua klub dari dua negara yang berbeda. Sebelum bergabung dengan Arema FC, Oky adalah penjaga gawang FK Zemun, klub Liga Serbia.

Ruddy menjelaskan, semua tahapan administrasi Oky sudah beres. ”Tadi malam (Senin) dia sudah disahkan. Secara legalitas di PT Liga (operator Liga 1), sudah sah,” ujar dia. Artinya, Oky sudah bisa dimainkan pada pertandingan resmi di Liga 1.

Sementara itu, pelatih Arema FC Milan Petrovic menyatakan, perekrutan Oky sudah sesuai kebutuhan tim.

”Ketika saya mulai bekerja (menjadi pelatih kepala sejak 14 Mei lalu), saya memulainya dengan nomor 1 (posisi penjaga gawang). Itu posisi yang penting,” kata dia.

Sebelum Milan resmi menjadi pelatih kepala, gawang Arema FC kebobolan 15 gol dalam delapan pertandingan. Statistik Arema FC membaik begitu dipegang Milan. Sebab, gawang Arema FC hanya kebobolan lima gol dalam delapan pertandingan. Bahkan, lima laga di antaranya berakhir clean sheet (tanpa kebobolan).

Performa Joko Ribowo dalam beberapa laga terakhir juga sedang bagus-bagusnya. Tapi, karena Joko meminta dilepas, maka mengontrak Oky menjadi keputusan terbaik bagi Arema FC.

Lalu, kenapa tidak memberi kesempatan pada penjaga gawang lokal? Baik itu Kurniawan Kartika Ajie maupun Utam Rusdiana. Milan bukannya tidak percaya dengan kualitas penjaga gawang lokal.

Tapi, Milan merasa bahwa dua kiper muda itu belum siap untuk menghadapi tekanan dari suporter. ”Kami butuh kiper berpengalaman,” ujar dia.

Seperti diketahui, Arema FC masih ada di posisi yang tidak aman di Liga 1. Meski sudah berada di papan tengah, yakni peringkat 12 (20 poin), tapi Arema FC hanya berjarak tiga poin dari Mitra Kukar (17 poin), tim peringkat 16, atau batas akhir zona degradasi.

Dalam posisi seperti ini, tekanan dan tuntutan dari Aremania bakal makin besar. Karena itulah, peran pemain senior seperti Hamka maupun Oky amat dibutuhkan.

Oky sendiri sadar dengan tekanan yang bakal dia hadapi. ”Itu normal, di mana pun kita akan mendapatkan tekanan. Saya pemain profesional dan pernah menghadapi berbagai tantangan di sejumlah negara,” ujar Oky yang pernah bermain di Liga Serbia, Bosnia, hingga Kazakhstan ini.