Persib Mengatur Siasat di Tengah Jadwal Padat

Padatnya jadwal pertandingan yang dihadapi Persib Bandung membuat pelatih Roberto Mario Carlos Gomez memprogramkan pemulihan secara bertahap agar kebugaran fisik para pemainnya kembali meningkat.

Maung Bandung sebelumnya harus menjalani tiga pertandingan dalam waktu seminggu. Setelah menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 8 Juli 2018. Supardi Nasir dan kawan-kawan langsung bertanding menghadapi Perseru Serui empat hari kemudian.

Setelahnya, mereka langsung dihadapkan pada pertandingan kandang menjamu Persela Lamongan, Senin 16 Juli 2018. Akibatnya, saat menghadapi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut, beberapa pemain seperti Dedi Kusnandar, Febri Hariyadi, dan Ghozali Muharam Siregar harus ditarik keluar karena mengalami kelelahan.

Pada sesi latihan di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 18 Juli 2018, para pemain Persib dibagi ke dalam dua kelompok.

“Memang program hari ini kami bagi dua. Setelah membuat pemulihan untuk pemain yang bermain dan tidak, kami buat gim internal,” tutur Pelatih Fisik Persib Yaya Sunarya.

Dia menyatakan, intensitas dan materi latihan mulai ditingkatkan. Para pemain yang sebelumnya bermain melawan Persela Lamongan menjalani latihan dengan berlari sejauh 8 kilometer.

Pelatih memberikan batasan waktu yang harus ditempuh oleh para pemain. Mereka harus melahap jarak 8 kilometer kurang dari sejam.

“Mario Gomez sengaja membuat program ini untuk dua hari. Sekarang dan besok. Besok intensitasnya akan meningkat. Kami akan menghadapi pertandingan tandang dengan waktu yang singkat. Tentunya akan membutuhkan energi yang cukup,” katanya.

Dengan padatnya jadwal pertandingan Persib, Mario Gomez telah menyusun program untuk menjaga kebugaran para pemain. Salah satunya adalah program pemulihan setelah pertandingan.

“Pemain harus melakukan pemulihan sendiri. Makanya, Pelatih akan membawa pemain lebih dibandingkan biasanya. Contohnya, biasanya saat tandang membawa 18 pemain, sekarang bisa lebih, tujuannya apabila ada pemain yang kelelahan, bisa dirotasi. Kami juga harus lihat pemulihan yang bagus dan yang tidak kalah penting adalah pemilihan menu makanan,” ujarnya.

Perkembangan pemulihan cedera bahu yang dijalani Ezechiel N’Douassel masih terus dipantau. Hal tersebut diungkapkan Dokter Tim Persib Raffi Ghani.

“Kalau Ezechiel, dia langsung minta izin kepada pelatih untuk melakukan pemulihan karena dia mengalami cedera bahu sedikit, tapi tidak masalah. Tadinya hendak saya lihat (periksa) hari ini, tapi saya tidak bertemu dengan dia. Kemarin dia mengalami trauma di bagian yang sama,” katanya.

Raffi Ghani menyatakan , Ezechiel N’Douassel telah menjalani perawatan termasuk pemeriksaan rontgen dan hasilnya tidak ditemukan masalah.

“Cuma keluhannya ini subjektif. Hanya yang bersangkutan yang bisa merasakan nyeri dan memang biasanya lama karena bahu itu bagian yang pergerakan dan mobilitasnya tinggi. Pada saat proses penyembuhan, ada lagi keluhan yang sama,” ujarnya.

Sementara Mengenai kondisi Dedi Kusnandar, Raffi Ghani menuturkan, saat bertanding, dia sempat mengalami kesulitan bernafas. Namun, setelah dicek, kondisi nadinya bagus. Begitu pula pernafasannya yang berangsur membaik.

“Setelah diistirahatkan, alhamdulillah membaik tapi dia masih merasakan lemas dan saya sarankan untuk istirahat. Dedi kemarin seperti mengalami gejala flu karena kesulitan bernafas. Untuk Victor Igbonefo, kemarin memang tidak masuk dalam pilihan pelatih,. Hal itu terjadi hanya untuk rotasi. Tidak ada masalah dengan dia,” ujarnya.

loading...