Sriwijaya FC Tepis Kabar Copot RD dari Kursi Pelatih

Manajemen Sriwijaya FC membantah kabar yang menyebut pihaknya mengakhiri kerja sama dengan pelatih Rahmad Darmawan. Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu tetap mempertahankan pelatih yang akrab disapa RD itu.

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang menegaskan sejak awal memang tidak ada rencana Sriwijaya FC mengganti RD yang telah dikontrak selama dua musim. “Ini kan rumor, yang artinya makin dibicarakan makin jadi perhatian,” ucapnya di Palembang, Sabtu (14/7/2018), seperti dikutip dari Antara.

“Pada prinsipnya, Sriwijaya FC tidak ada niat mengganti pelatih. Toh, Rahmad Darmawan adalah pelatih terbaik di Indonesia saat ini,” ucapnya di Palembang, Sabtu (14/7/2018), seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, di media sosial ramai tentang kabar RD akan dilepas oleh Sriwijaya FC. Bukan hanya RD, tapi juga jajaran pelatih, seperti dua asisten yakni Francis Wawengkang dan Rasiman, kemudian pelatih kiper Kurnia Sandy serta dokter tim El-Amin.

Bahkan ketika dikonfirmasi Liputan6.com, mantan pelatih Persija Jakarta membenarkan jasanya tidak lagi dipakai Sriwijaya FC. Namun, ia enggan menjelaskan apa penyebabnya.

“Manajemen yang melepas saya. Soal penyebabnya, mereka yang akan mengumumkan,” ujar RD ketika dihubungi Liputan6.com, Jumat (13/7/2018).

Sebelum rumor RD, Sriwijaya FC juga dikabarkan telah melepas sembilan pemainnya. Mereka adalah Hamka Hamzah, Rahmad Hidayat, Makan Konate, Mohammadou Ndiaye, Novan Satia Sasongko, Alfin Tuasalamony, Patrick Wanggai, Adam Alis, dan Bio Paulin.

Tetapi, Muddai menuturkan hanya delapan pemain yang dilepas. Sementara Bio Paulin tetap dipertahankan. Meski kehilangan delapan pemainnya, ia percaya tim ini tetap akan solid di bawah asuhan RD.

“Apalagi, rencana ke depan, secepatnya kami akan mendatangkan dua hingga tiga pemain lagi untuk menambah kekuatan tim yang saat ini hanya terdiri dari 22 pemain,” ucapnya.

Laga terdekat Sriwijaya FC yakni melawan Mitra Kukar pada 17 Juli mendatang yang bisa dijadikan pembuktiannya. “Saya rasa, untuk sementara ini melawan Mitra Kukar masih bisa dengan 22 pemain, karena sudah dua kali lipat jumlahnya dari 11 pemain yang diharuskan diturunkan,” ujarnya.

Muddai pun menyakinkan para pencinta Sriwijaya FC tidak perlu khawatir karena tim juga memiliki tim pelapis, yakni Tim U-16 yang telah dibina selama dua tahun. “Justru keluarnya delapan pemain ini membuka peluang pemain asli Sumsel dan pemain muda yang selama ini kurang mendapatkan tempat,” ujarnya.

“Kenapa kita tidak percaya dengan kemampuan mereka, toh ada tim di Liga 1 yang hanya diperkuat pemain lokalnya sendiri masih berada di 10 besar,” pungkasnya.