Profil Sani Rizki Fauzi : Bintang Baru Bhayangkara FC Asal Sukabumi

Nama Sani Rizki Fauzi mungkin masih terasa asing di telinga para pecinta sepak bola nasional. Cukup wajar, mengingat baru tahun ini Sani menjalani debut sebagai pemain profesional bersama Bhayangkara FC di Liga 1.

Sani merupakan anggota skuat Bhayangkara FC di Liga 1 U-19 musim 2017. Penampilan apiknya membuat pelatih Simon Mcmenemy terpikat.

Laga pembuka Grup E Piala Presiden kontra PSIS Semarang di Stadion Gajayana, Malang (20/1) menjadi penanda karir Sani bersama tim senior Bhayangkara FC.

Pemain kelahiran Sukabumi, 7 Januari 1998 tersebut bermain selama 43 menit sebelum digantikan oleh Lee Yu-jun.

Meski tak dimainkan di dua laga berikutnya melawan Arema FC dan Persela Lamongan, Sani mendapat kepercayaan Simon untuk bermain di laga persahabatan melawan FC Tokyo di GBK pada 27 Januari.

Tampil bagus saat menghadapi klub asal Jepang tersebut, Sani dipercaya bermain sebagai starter saat Bhayangkara FC menghadapi Persija Jakarta dalam laga pembuka Liga 1 2018 di SUGBK.

Dalam laga tersebut, Sani bermain apik. Pemain bernomor punggung 20 itu berhasil merepotkan pemain senior Persija, Ismed Sofyan dan sukses meredam aksi Riko Simanjuntak.

Jalan karier Sani menjadi semakin bagus. Dia selalu mendapat kepercayaan dari Simon untuk bermain di laga-laga besar seperti menghadapi Persib Bandung, Persipura Jayapura, dan Persebaya Surabaya.

”Pertama kali main di GBK dan ditonton puluhan ribu orang bikin Sani merinding. Sampai sekarang Sani gak bakal lupa pengalaman itu,” kata Sani saat ditemui di mes Bhayangkara FC, Kamis (12/7).

Bagi Anda yang masih penasaran dengan sosok Sani, cukup mudah untuk mengetahui pemain yang satu ini.

Secara postur, Sani cukup mungil. Namun, pergerakannya begitu mematikan. Dia sangat lihai dalam memainkan si kulit bundar.

Anak dari pasangan Edi Riadi dan Ida Kusumawati tersebut mengaku gaya permainannya dipengaruhi oleh bintang Real Madrid dan Timnas Kroasia, Luka Modric.

”Banyak yang bilang kalau gaya main Sani seperti Modric. Mulai dari cara mendribble bola atau memberikan operan,” ujarnya.

Untuk pemain lokal, Sani mengaku sangat mengidolakan legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas.

Keputusannya menggunakan nomor punggung 20 bersama Bhayangkara FC tak terlepas dari kekagumannya terhadap sosok Bepe (sapaan Bambang Pamungkas).

”Dari awal belajar sepak bola Sani sudah ditempatkan sebagai penyerang. Waktu di Sekolah Olahraga Ragunan juga Sani pakai nomor 20. Kata pelatih, Sani adalah penerus Bambang,” ujarnya tersipu malu.

”Selain mas Bepe, Sani juga suka Bang Hargianto dan Hariono. Mereka kalau main selalu ngotot dan total jadi berpengaruh terhadap penampilan di atas lapangan,” ujarnya menambahkan.