Pertama Kali Main Malam, PSS Sleman Antusias dan Ini Target Mereka

PSS Sleman gagal meraih poin sempurna saat melakukan lawatan ke Kalimantan. Menang secara meyakinkan 4-1 atas tuan rumah Persiba Balikpapan, mereka kemudian ditaklukkan Kalteng Putra dengan skor 0-1.

Kekalahan dari Kalteng Putra mengakibatkan PSS Sleman turun ke peringkat tiga klasemen sementara Wilayah Timur Liga 2 2018.

Dengan poin 14, PSS tertinggal satu poin dari Blitar United yang menang 1-0 atas Persiwa Wamena.

Sedangkan Madura FC yang memiliki poin 17 masih kukuh di puncak klasemen.

PSS berpeluang kembali ke posisi dua bila meraih poin saat menjamu Persigo Semeru FC Lumajang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (15/7/2018).

Mereka kian termotivasi meraih kemenangan karena bermain pada malam hari.

Ini merupakan laga kandang pertama PSS yang digelar malam hari pada pukul 19.00 WIB untuk musim 2018.

Sebelumnya, skuat dengan julukan Elang Jawa selalu bermain pada siang atau sore hari.

PSS selalu memilih bermain pada malam hari karena lebih banyak suporter yang memenuhi stadion.

Dukungan suporter dipastikan menaikkan semangat pemain untuk memenangi laga tersebut.

”Bermain malam hari makin memotivasi, kami untuk meraih tiga poin,” ujar Seto Nurdiantara, pelatih PSS.

”Tentu, kami ingin mendapatkan kembali poin yang hilang. Pemain juga sudah melupakan kekalahan di pertandingan terakhir itu,” tuturnya.

Hanya, PSS Sleman tak meremehkan lawan.

Menurut Seto, timnya justru mewaspadai kebangkitan Persigo yang terpuruk setelah menelan dua kekalahan di kandang secara beruntun.

Sebelum bersua PSS, mereka kalah dari tamunya Madura FC dan PSIM Yogyakarta.

”Ini yang harus diwaspadai. Mereka bakal fight habis-habisan untuk meraih poin setelah dua kali menelan kekalahan,” ucapnya.

Seto masih menunggu kondisi gelandang veteran Syamsul Chaerudin.

Sedangkan striker Cristian Gonzales juga diragukan bisa dimainkan atau tidak.

”Kami masih menunggu kabar soal Gonzales. Sedangkan Syamsul, saya berharap sudah pulih saat melawan Persigo,” kata Seto.

”Hanya, kami masih menunggu kepastian dari dokter.”

loading...