Ditahan Madura United, PSIS Mengaku Kelelahan

PSIS Semarang belum lepas dari bayang-bayang jurang degradasi. Tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu gagal memanfaatkan laga kandang karena hanya bermain imbang, 0-0 saat menjamu Madura United di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Rabu (12/7/2018).

Padahal dalam laga itu, Madura United harus bermain dengan 10 pemain setelah Alfath Fatier mendapat kartu kuning kedua. Namun keunggulan jumlah pemain tak bisa dimaksimalkan PSIS untuk mendapatkan tiga angka.

Dengan hasil itu, Haudi Abdillah dan kawan-kawan masih terpuruk di dasar klasemen dengan raihan 15 poin. Pelatih PSIS, Vicenzo Alberto Annese, mengaimbinghitamkan kelelahan pemainnya setelah menempuh perjalanan jauh dari Bandung. Anak-anak Semarang memang baru saja dijamu Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 8 Juli lalu.

“Pemain kami kelelahan dengan jadwal padat dan itu membuat permainan tidak berkembang seperti biasanya. Kami menjalani 11 jam perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta sebelum ke Magelang dengan dua jam,” kata Annese usai pertandingan.

Secara khusus, pelatih asal Italia itu juga menyoroti permainan Madura United yang mengandalkan tenaga daripada taktik dan strategi. Hal tersebut dinilainya cukup terlihat dari sejumlah pelanggaran yang dilakukan pemain lawan.

“Permainan Madura United sangat keras, berbeda dengan kami yang lebih rapi. Setiap kali kami mencoba membangun sesuatu yang baru, pemain lawan langsung membuat pelanggaran. Namun itulah tim mereka,” tegasnya.

Pemain sayap PSIS, Komarudin, menyebut timnya belum beruntung secara hasil. Seluruh pemain sudah bekerja keras di lapangan untuk mendapatkan kemenangan. “Semua usaha sudah dilakukan untuk menang dan kami sudah mencobanya. Namun memang hasil akhir yang belum berpihak,” ungkap eks Persegres Gresik itu.

loading...