Nyaris Putus Sekolah, Saddil Ramdani Kini Penting bagi Timnas Indonesia U-19

Saddil Ramdani menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia U-19 yang bersinar pada Piala AFF U-19 2018. Selama fase grup, Saddil mencetak tiga gol bagi Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai Saddil punya potensi. Namun, Indra juga mengingatkan, sepak bola adalah permainan tim.

“Jadi jangan di kultuskan, Saddil kemarin bagus terus dia dikultuskan. Ingat ini sepakbola permainan tim. Bukan pemain individu, banyak kok pemain yang mengandalkan individu tidak berumur panjang,” ujar Indra

Saddil bisa sampai ke titik saat ini dengan kerja keras. Perjalanan hidup yang tak bisa disebut mudah menjadikannya punya mental dan tekad sangat kuat.

“Dulu Ibu cuma bisa berutang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Saya sempat hampir putus sekolah saat mau lanjut SMP, tetapi orang tua mengusahakan agar saya bisa lanjut,” tutur Saddil yang dilansir dari Vivanews.

Perjuangan pemuda asil Kendari ini tak main-main. Saddil bahkan sempat menjadi penjual jambu untuk bisa membeli sepatu bola.

“Saya takkan lupakan waktu beli sepatu bola pertama seharga Rp100 ribu buat latihan di kampung sendiri. Waktu itu saya beli sendiri hasil dari jualan jambu yang saya pungut dan kumpulkan,” lanjutnya.

Menjadi pemain sepak bola benar-benar menyemangatinya untuk tak pernah menyerah, di lapangan maupun dalam kesehariannya. Kelekatannya dengan si kulit bundar terlihat dari pengalaman unik pemain cepat ini saat menjalani ujian di bangku SMA beberapa waktu lalu.

Hari itu, di bulan April 2018, Saddil yang baru saja selesai bertanding harus segera meluncur ke
sekolah. Sebagai siswa kelas XII IPS 6 SMAN 7 Kota Malang dia harus menjalani ujian UNBK.

Lucunya, Saddil kala itu belum sempat berganti pakaian dan mengikuti ujian dengan menggunakan baju tim sepak bola.

“Jadi masih pakai baju pemain, dia ikut ujian,” ujar Kepala SMAN 7 Kota Malang Herlina Wahyuni dilansir dari Jawa Pos.