Jacksen F Tiago dan Sang Penerus di Lapangan Hijau

Nama Jacksen F Tiago tak lekang sebagai aktor penting di panggung sepak bola Indonesia. Bagaimana dengan Tiago junior?

Jacksen F Tiago dikenal sebagai salah satu striker tajam sejak era 1990-an bersama Petrokimia Putra, PSM Makassar, hingga Persebaya Surabaya.

Bersama Persebaya Surabaya, Jacksen F Tiago mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 1996-1997.

Pada musim yang sama, Jacksen juga menjadi pemain tersubur alias top skorer Liga Indonesia.

Sebagai pelatih, Jacksen juga berprestasi bersama Persebaya. Ia membawa tim asal Kota Surabaya itu menjuarai Liga Indonesia 2003 dan 2004.

Baru-baru ini, nama Hugo Samir Tiago muncul ke permukaan atmosfir sepak bola Persebaya.

Hugo, begitu sapaan akrab putra Jacksen F Tiago itu, berlatih bersama Persebaya U-13.

“Rencananya, Hugo akan tampil bermain di Piala Menpora akhir pekan nanti,” ujar Jacksen F Tiago, yang kini menukangi Barito Putera, kepada BolaSport.com.

Di posisi mana Hugo bermain? Ternyata, Jacksen tidak memaksakan puteranya meneruskan peran sang ayah sebagai bomber.

“Hugo senang bermain sebagai gelandang, tentu saya mendukung keputusannya. Dia tak harus menjadi striker seperti saya,” kata Jacksen.

Menurut Jacksen, kemauan Hugo untuk belajar sepak bola sangat besar. Hugo disebut ingin menjadi pesepak bola profesional seperti sang ayah.

Walau punya sejarah harum bersama Persebaya, Jacksen berharap talenta dan usaha Hugo yang membawanya bergabung bersama tim junior Persebaya tersebut.

Selain disebut bagus dalam penguasaan bola dan pergerakan, Hugo yang berusia 13 tahun memiliki tendangan keras dan postur tubuh yang kokoh untuk anak seusia dia.

“Tentu saya bangga dan bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian Hugo. Semoga dia mampu mengikuti jejak putra Bejo Sugiantoro,” tutur Jacksen.

Hugo Samir Tiago bersama kedua orang tuanya saat berkunjung ke Rio de Janeiro, Brasil, akhir 2017.ISTIMEWA
Bejo Sugiantoro adalah legenda Persebaya dan sepak bola Indonesia. Ia merupakan bek jebolan timnas PSSI Primavera yang berlatih di Italia awal 1990-an.

Putranya, Rachmat Irianto (18 tahun), kini kerap menjadi perbincangan karena menjadi salah satu bek harapan tim nasional Indonesia.

Rachmat Irianto juga memulai karier memasuki panggung profesional bersama Persebaya Surabaya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*