Sudah Ada Harapan VAR Digunakan di Indonesia

Meski penggunaannya masih diperdebatkan, video assistant referee (VAR) nyatanya menuai kesuksesan di Piala Dunia 2018. Banyak berbagai keputusan yang salah dari wasit bisa dikoreksi setelah memantau kembali rekaman lewat VAR.

Berangkat dari fakta ini, pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, berharap VAR bisa digunakan di Indonesia.

Cukup masuk akal permintaan Aji. Sebab, selama ini, pelatih-pelatih di Indonesia atau bahkan pejabat teras di klub sering mengeluhkan kinerja wasit.

Lewat VAR, bisa jadi ada perubahan dalam sikap para pelatih, pemain, dan pejabat teras klub terkait kepemimpinan wasit.

“Sangat bagus. Jadi, tak ada lagi kesalahan dari wasit saat ambil keputusan. Bagus itu,” kata Aji, Selasa 10 Juli 2018.

Aji merasa maklum dengan kontroversi yang menyelimuti penerapan VAR di Piala Dunia. Sebab, VAR baru pertama kali digunakan.

Namun, bagi Aji, ada sisi positif dari digunakannya VAR. Sepakbola, menurut Aji, menjadi lebih bersih.

“Bagus jika bisa diterapkan di Indonesia. Artinya, ini kan ide dari FIFA. Harus ada, tak tahu kapan, tapi bagus,” terang Aji.

Infrastruktur sepakbola di Indonesia memang harus diperbaiki dan dikembangkan. PSSI serta operator kompetisi sempat mendapatkan kritik dari media luar karena tak memiliki teknologi yang mumpuni dalam setiap pertandingannya.

Mereka merasa tak puas dengan apa yang disajikan dalam sebuah pertandingan ketika mencoba mengukur kecepatan lari Terens Puhiri. Jadi, sebelum VAR diterapkan, sudah seharusnya aspek-aspek lain diperhatikan. (ase)