PSIS Layangkan Surat Protes terkait Penundaan Hukuman Oh In-Kyun

Terdapat kejanggalan dalam susunan starter Persib Bandung saat melawan PSIS Semarang pada partai lanjutan Go-Jek Liga 1, Minggu (8/7/2018) sore WIB. Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut, Oh In-Kyun diturunkan sejak awal oleh pelatih ‘Maung Bandung’, Roberto Carlos Mario Gomez.

Dikatakan janggal karena gelandang Korea Selatan itu mendapatkan sanksi larangan bertanding sebanyak dua kali dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dengan kata lain, In-Kyun harus absen untuk partai melawan PSIS dan laga selanjutnya menghadapi Perseru Serui, Kamis (12/7).

Ternyata surat terkait hukuman In-Kyun terlambat diterima Persib sehingga manajemen melayangkan protes. Makanya, Komdis bermurah hati untuk menunda hukuman tersebut melalui surat bernomor 002/KOMDIS/VII-18. Disebutkan bahwa In-Kyun bisa bermain melawan PSIS, kemudian baru absen untuk menghadapi Perseru dan Persela Lamongan.

Hasilnya memang tidak ada peran langsung In-Kyun dalam kemenangan Persib dengan skor 1-0. Gol tunggal ke gawang PSIS dicetak oleh Ezechiel N’Douassel yang berawal dari umpan Supardi Nasir.

Namun, PSIS tetap mempertanyakan kekuatan hukum dari penundaan hukuman In-Kyun. Bahkan, tim beralias Mahesa Jenar itu melihat penyimpangan dari keputusan Komdis.

PSIS menggunakan Kode Disiplin PSSI 2018 Bagian Keenam tentang Kedaluwarsa dan Permulaan Sanksi Pelanggaran Disiplin. Pasal 44 ayat A menuliskan bahwa permulaan hukuman yakni hari saat si pelaku pelanggaran terbukti melakukannya.

“Berdasarkan fakta-fakta di atas, kami dapat simpulkan bahwa Komite Disiplin menunda berlakunya keputusan berarti telah melanggar Kode Disiplin PSSI 2018 dan Persib Bandung terbukti memainkan pemain yang sedang terhukum,” demikian tertulis dalam surat PSIS kepada PSSI.

Sebelumnya, keputusan Komdis tentang hukuman In-Kyun juga sempat dipertanyakan oleh CEO PSIS, Yoyok Sukawi. Sosok yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI ini mengaku kecewa karena surat penundaan hukumam tidak dikirimkan kepada kubu PSIS.

Yoyok juga mengingatkan Komdis karena kasus keterlambatan pengiriman surat bukan kali pertama terjadi. Ada pula momen ketika Komdis baru memutuskan sanksi larangan bertanding kepada Marko Simic satu hari sebelum pertandingan antara Persija Jakarta dengan Persebaya.