Presiden Madura United Minta Ketum PSSI Mundur Lewat Surat Terbuka

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, selangkah lagi akan menjadi Gubernur Sumatra Utara untuk periode 2018-2023 setelah penghitungan cepat Pilkada Sumatra Utara menunjukkan kemenangan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Namun, keputusan Edy untuk tetap menjadi Ketua PSSI mengundang beragam respons. Satu di antaranya adalah surat terbuka yang dibuat oleh Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.

Presiden Madura United itu menuliskan surat terbuka untuk Edy Rahmayadi dalam akun Instagram miliknya. Keinginan Edy Rahmayadi untuk tetap menjadi Ketua Umum PSSI di tengah padatnya agenda Timnas Indonesia di segala kategori usia pada tahun ini membuat Achsanul Qosasi merasa ada baiknya Gubernur terpilih Sumatra Utara itu fokus dengan tugas barunya.

Dalam surat terbuka itu, Achsanul Qosasi mengucapkan selamat atas keberhasilan Edy Rahmayadi yang memenangi Pilkada Sumatra Utara. Ia yakin Edy Rahmayadi akan dipantau kinerjanya sebagai Gubernur Sumut dalam 100 hari pertama. Namun, di sisi lain ada empat agenda besar sepak bola internasional yang akan diikuti oleh Timnas Indonesia.

Achsanul merasa dengan begitu banyak agenda tersebut ada baiknya Edy Rahmayadi mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI. Alasannya, Achsanul tak ingin Edy Rahmayadi menganggap remeh tugas mengurus sepak bola Indonesia di tengah kerinduan untuk bisa berprestasi di level internasional.

Achsanul juga mengungkapkan harapan lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Piala Dunia 2026 rencananya diikuti oleh 40 tim dengan penambahan kuota dari seluruh dunia, termasuk Asia.

Yth Bapak Edy Rahmayadi,

Selamat berkarya untuk Sumatra Utara.

Sebentar lagi, Bapak akan disibukkan oleh pemenuhan janji-janji politik di Sumatra Utara. Rakyat biasanya akan melihat 100 hari kepemimpinan dalam kapasitas sebagai Gubernur terpilih.

Sementara dalam 100 hari ke depan, ada 4 event besar yang membawa harga diri Bangsa: Asian Games, Piala AFF U-19, AFF Cup (senior), dan Piala Asia U-19, yang tentunya membutuhkan atensi dari Ketua Umum PSSI.

Dibutuhkan keseriusan dan waktu yang banyak untuk mengurusnya. Pembinaan usia muda, pengembangan organisasi, Tim Nasional, lobi internasional, permasalahan kompetisi, hubungan dengan pemerintah daerah, pemerintah, sponsor, AFF, AFC, dan FIFA, bukan pekerjaan yang bisa disambi dan dirangkap. Ini pekerjaan yang butuh fokus dan totalitas.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam sepak bola, saya mohon keikhlasan Bapak untuk mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Sepak bola membutuhkan pribadi yang total tanpa disibukkan dengan jabatan lain. Ini mengurus Federasi, bukan mengurus klub. Sepak bola itu berbeda, di sini ada pertaruhan kebanggaan, harga diri, dan harapan mayoritas rakyat dalam Persatuan Indonesia. Cabang olahraga lain juga ada, namun tidak sedasyat sepak bola.

Pak Edy, jangan menganggap remeh atau mudah mengurus PSSI. Indonesia punya peluang di Piala Dunia 2026 di Canada dan USA, jumlah peserta akan menjadi 40 negara. Saat itu jatah Asia akan menjadi 8 negara (saat ini 4 negara), plus dari play-off. Artinya kita punya peluang besar menuju Piala Dunia 2026. Saat ini adalah masa kepemimpinan Bapak untuk mencetak mereka menjadi pemain hebat. Kita punya pemain bagus yang saat ini ada di AFF U-19. Tahun 2026 nanti mereka memasuki usia emas dalam sepak bola. Usia mereka 27 tahun.

Kita iri melihat negara lain, seorang Son Heung Min menangis setelah mencetak gol ke gawang Jerman. Bukan karena tidak lolos, tapi karena bangga Korea mengalahkan Jerman. Panama merasa gembira luar biasa saat mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Itu hanya ada di sepak bola.

Beberapa bulan ke depan, kita akan melawan negara-negara Asia, dibutuhkan perhatian penuh Ketum PSSI untuk menjaga martabat bangsa. Ini hanya saran saya, selebihnya tergantung Bapak.

Salam sepak bola

Achsanul Qosasi.

loading...