Muchlis Hadi, Opsi Lain untuk Tambal Sektor Sayap Persib

Penampilannya bersama timnas U-19 di bawah tangan dingin Indra Sjafri pada 2013-2014 tak diragukan lagi sebagai bukti kualitas Muchlis Hadi Ning Syaifulloh sebagai seorang striker tajam. Namun seiring waktu, sinar pemain muda kelahiran Mojokerto 21 tahun silam ini seolah meredup ketimbang rekan-rekan seangkatannya di timnas seperti Evan Dimas atau Ilham Udin Armaiyn.

Hal itu memang tak lepas dari minimnya kesempatan bagi Muchlis untuk tampil ketika memperkuat PSM Makassar sampai 2016. Harapannya untuk menambah jam bermain pun tak begitu terwujud ketika dipinjamkan ke Bhayangkara FC dan Semen Padang.

Alasan itulah yang membuat dirinya memutuskan pindah ke Persib jelang Liga 1 2018. Kesempatan unjuk gigi adalah alasan utamanya selain lebih mendekatkan diri dengan keluarganya yang notabene tinggal di Pulau Jawa.

Bagi Persib, keputusan merekrut Muchlis pun bukan tanpa dasar. Selain usia muda yang menyimpan segudang potensi, kemampuan Muchlis pun memang sudah dirasakan langsung.

Ya, pada ISC A 2016 lalu, Muchlis lah sempat hampir mencuri satu poin dari Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Unggul 2-1 sampai 10 menit terakhir, Muchlis mencetak gol cantik dan membawa PSM menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-80.

Beruntung saat itu Persib lolos dari lubang jarum. Bek tengah Purwaka Yudhi menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan empat menit jelang bubaran waktu normal.

Meskipun demikian berbanding terbalik dengan Liga 1 2017, musim ini Persib justru surplus pemain depan. Belum lagi harmonis dan produktif nya duet Jonathan Bauman-Ezechiel N’Douassel membuat peluang bermain striker lain tak begitu besar.

Akibatnya, sampai laga ke-11 Muchlis baru merasakan 12 menit atmosfer Liga 1 2018. Ia baru dua kali diturunkan menggantikan Dedi Kusnandar menit ke-86 pada laga perdana Persib vs PS TNI dan pada 8 menit terakhir menggantikan Oh In-kyun saat Persib dijamu Sriwijaya FC.

Meskipun demikian, kesempatan masih terbuka lebar bagi Muchlis. Soalnya selain perjalanan di Liga 1 masih panjang, musim ini Persib juga harus mengarungi perjalanan di Piala Indonesia.

Selain itu, Febri Hariyadi kemungkinan akan lebih banyak absen setelah libur lebaran. Soalnya ia harus berkonsentrasi ke timnas U-23 yang akan menghadapi Asian Games 2018.

Hal itu tentunya meninggalkan posisi kosong sektor sayap Maung Bandung. Posisi yang sejauh ini belum bisa dijalankan dengan baik oleh pemain muda lain yaitu Billy Keraf dan Agung Mulyadi yang sudah pernah dicoba oleh pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.

Posisi asli Muchlis memang striker murni (penyerang tengah). Namun ia pernah beberapa kali dimainkan oleh pelatih Robert Rene Albert sebagai penyerang sayap di sektor kanan lini depan PSM.

Begitu juga saat ia dipinjamkan ke Bhayangkara FC dan Semen padang. Jangan lupa pula, Muchlis mencetak gol ke gawang Persib pada ISC A 2016 saat bermain di sektor sayap kanan PSM.

Tak hanya Dias Angga yang diturunkan sebagai bek kanan, namun duet bek tengah Purwaka Yudhi dan si jangkung Vladimir Vujovic pun tak bisa menghadang laju Muchlis saat itu. Begitu pula M. Natshir Fadhil yang tak bisa berbuat banyak saat Muchlis menceploskan bola ke pojok kiri bawah gawangnya.***