Persebaya Diharapkan Jangan Antikritik, Harus Tahan Tekanan

Persebaya Surabaya mematikan kolom komentar di akun Instagram resminya. Hal itu dilakukan mulai Sabtu (9/6) malam WIB, atau sesaat setelah kalah dari PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta.

Mematikan fitur komentar di akun Instagram bukan hal pertama bagi Persebaya. Mereka pernah melakukannya semasa berkecimpung di Liga 2 2017 lalu. Kini, Persebaya kembali melakukan hal serupa.

Apa yang dilakukan Persebaya memancing reaksi minor dari para pencintanya. Penulis buku Imagined Persebaya, Oryza A. Wirawan ikut angkat suara. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah cermin dari kualitas komunikasi Persebaya.

“Komunikasi manajemen buruk. Persebaya tim besar, tapi mentalitas manajemen seperti tim medioker. Tim besar tentu memiliki pressure atau tekanan besar. Seharusnya ini disadari,” kritik penulis sekaligus Bonek asli Rungkut yang bermukim di Jember.

Menurut Oryza, Arek-arek Bonek sebenarnya antusias saat manajemen Persebaya dikendalikan oleh anak-anak muda yang memiliki passion di olahraga. Apalagi pengelola Persebaya sangat berpengalaman di bidang olahraga.

“Ini seharusnya modal. Namun modal ini tergerus justru karena sejumlah ‘insiden’ yang tak perlu,” sebutnya.

“Sekali lagi manajemen harus berhenti menganggap Bonek tak ubahnya customer yang tak punya daya dan pasif. Komunikasi harus dibuka luas. Jangan antikritik karena toh Bonek dan warga Surabaya mendukung Persebaya,” harap Oryza.

loading...